Suara Denpasar- Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin ikut merespon terkait dengan sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang belum memenuhi panggilan penyidik KPK.
Ma’ruf Amin meminta kepada Lukas untuk bersikap kooperatif dan bisa membuktikan terkait klaimnya.
Hingga saat ini penyelidikan dugaan kasus korupsi itu masih terus bergulir, dan belum ada titik terang.
Langkah KPK yang sebelumnya melayangkan panggilan belum mendapatkan respon dari yang bersangkutan.
Terkait dengan hal ini Ma’ruf Amin meminta agar yang bersangkutan bisa lebih kooperatif.
Hal tersebut disampaikan Ma’ruf Amin usai menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat di Sentra Budi Luhur, Jl. Ahmad Yani Km. 30, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Pemerintah mengharapkan Lukas Enembe bisa bersikap kooperatif," ujar Wapres Ma’ruf Amin, dikutip dari PMJ pada Jumat (14/10).
Menurut Wapres, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki prosedur dalam menangani permasalah korupsi sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi.
Wapres meminta kepada para pihak terkait agar segera melakukan pembuktian agar kasus dapat menemukan titik terang dan cepat selesai.
Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Papua Demo di Denpasar Tuntut Keadilan untuk Korban Mutilasi di Timika
"Dibuktikan saja bersalah apa tidak, terbukti apa tidak, sehingga tidak terjadi ketegangan-ketegangan,” pungkasnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Atap Kelas Ambruk, Siswa SD di Grobogan Terpaksa Belajar Bergantian
-
Kasus Bom MAN 3 Padang, KemenPPPA Sebut Ada Indikasi Paparan Paham Radikal
-
Tarif Lepas WNI Naik, Negara Cuma Kejar PNBP tapi Lupa Jaga Anak Bangsa?
-
Operasi Nasr 2 ke-24 Iran, IRGC Berhasil Bom Tentara AS di Yordania
-
Bukan Cuma Biaya Politik, Saan Mustopa Sebut 17 OTT Kepala Daerah Akibat Haus Harta
-
Review Evil Dead Burn: Teror Iblis Necronomicon di Rumah Danau Berdarah!
-
Ambruk Diseruduk Truk, Butuh Dana Rp5-6 Miliar untuk Bangun Ulang JPO Tendean
-
1 Lagi Korban Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan Tewas
-
Viral Isu Bagi-bagi Tramadol Jelang Demo di Jakarta, Polisi Siaga: Kami Dalami
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang