Perjalanan bersama "Kompas Sport Pagi" selama 12 tahun tentu bukan hal yang mudah dilepaskan seorang Githa Nila Maharkesri.
"Sejak saya diberi kesempatan jadi presenter, saya dipercaya jadi bagian dari Kompas Sport, program ini, terlebih Kompas Sport Pagi, tempat saya belajar," jelas Githa.
"Meski banyak kurangnya, saya amat diterima dengan baik di sini. Ketika mesti berakhir, berat hati saya melepaskannya," lanjutnya.
Kendati begitu, program olahraga Kompas TV masih ada walau "Kompas Sport Pagi" harus berakhir.
"Tapi, teman-teman masih bisa nonton berita olahraga di segmen sport program Kompas TV lainnya. Kompas Sport Weekend pun ada. Sekali lagi, terima kasih banyak, ya," ujar Githa.
Badai Layoff Kompas TV
Kabar layoff di Kompas TV belakangan sedang ramai diperbincangkan, terutama setelah video Githa Nila Maharkesri menangis viral.
Kompas TV mengambil langkah layoff sebagai bagian dari langkah efisiensi dan restrukturisasi internal perusahaan.
Selain itu, meningkatnya konsumsi pengguna media sosial seperti YouTube dan TikTok membuat media konvesional menghadapi tantangan berat.
Baca Juga: Survei Litbang Kompas Pilgub Jabar: RK Tak Terbendung, Nama Komeng Ikut Masuk
Tekanan finansial akibat penurunan pendapatan iklan yang menjadi tulang punggung mendesak Kompas TV melakukan layoff terhadap ratusan karyawannya.
Profil Singkat Githa Nila Maharkesri
Githa Nila Maharkesri merupakan alumni STMIK WIDURI Jakarta jurusan Teknologi Informasi tahun 2006-2011.
Setelah lulus kuliah, Githa bekerja sebagai Redaktur Tabloid FEMME selama tiga tahun sebelum akhirnya diterima di Kompas TV.
Githa Nila Maharkesri mulai berkerja di Kompas TV sejak 2013 sebagai presenter sekaligus produser "Kompas Sport Pagi".
Selama 12 tahun terakhir bekerja di Kompas TV, Githa sempat menjadi Indepth Journalist (2017-2020) dan produser acara "Berkas Kompas" sejak Januari 2021.
Pada 2022, Githa mengikuti Pelatihan Jurnalisme di Forum Jurnalis Perempuan Indonesia.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Survei Litbang Kompas: Citra dan Kepuasan Publik ke PDIP Terendah, Gerindra Tertinggi
-
Survei Membuktikan Pemilih PKS-PDIP Paling Tinggi Tak Yakin dengan Kinerja Pemerintah Prabowo-Gibran
-
Survei Litbang Kompas: Pemilih PAN-Golkar Puas, PDIP-PKS Paling Kritis ke Prabowo-Gibran
-
Survei Indikator: 79,3 Persen Puas dengan Kinerja Prabowo di 100 Hari Pertamanya
-
Bikin Kepuasan Publik Tinggi, Program Serba Gratis Dikhawatirkan Cuma Gimik Awal Prabowo-Gibran
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Cinta Menjadi Bara: Sakit Hati, Pria di Kediri Tega Hanguskan Rumah Mantan Istri
-
Vivo X300e Meluncur, Usung Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Kamera Zeiss
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat