SUARA GARUT - Permasalahan guru honorer di Indoensia memang tidak henti-hentinya, semakin hari bertubi-tubi datang silih berganti.
Salah satunya seperti yang dialami guru P-1 yang telah dinyatakan lulus passing grade pada seleksi ASN PPPK guru.
Ketum Forum Guru Honorer Lulus Passing grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI), Heti Kustrianingsih menyebutkan guru yang mengajar mapel Prakarya dan kewirausahaan (PKWU), terancam tidak terakomodir lagi.
Dikutip garut.suara.com, dari JPNN, pada Minggu, (21/05/2023), Heti Kustrianingsih mengatakan formasi PPPK guru 2023 pada mapel PKWU cukup terbatas.
"Kemdikbudristek bilang guru Bahasa Inggris dan PKWU berlebih, sehingga tidak ada kuota lagi di sekolah-sekolah," kata Heti dikutip dari JPNN, Minggu,(21/05/2023).
Menurut Heti, tidak ada kebijakan khusus untuk mapel PKWU, sehingga dimungkinkan akan merugikan guru honorer.
Persoalan dilapangan seperti itu, kata Heti menimbulkan keresahan guru PG, yang masuk prioritas satu pada mapel PKWU.
Dia menjelaskan P-1 PKU berlebih bukan menjadi kesalahan guru honorer semata.
Jika melihat rekrutmen tahun 2021, saat itu tidak melihat mapel apapun.
Baca Juga: 6 Potret Transformasi Inara Rusli Dari Sebelum Berhijab Hingga Kini Putuskan Untuk Lepas Cadar
Saat itu, semua guru honorer dipersilahkan mendaftar, sekalipun daerahnuya tidak terdapat formasi.
Namun faktanya, usai seleksi dilaksanakan 193, 954 guru lulus PG, tidak mendapatkan formasi PPPK 2021.
Selanjutnya mereka dijanjikan pada seleksi formasi 2022 menjadi prioritas.
Faktanya usai gelaran seleksi PPPK 2022, masih terdapat 62,645 guru lulus PG, kembali tidak mendapatkan formasi lagi.
Kali ini, 62,645 guru lulus PG tersebut dijanjikan menjadi prioritas PPPK guru 2023.
"Entah sampai kapan akan dituntaskan, terlebih ada kabar PKWU tidak terakomodir seluruhnya," kata Heti dikutip dari JPNN.
Berita Terkait
-
Tiga Penyebab 68,709 Formasi ASN PPPK Guru 2022 Kemendikbudristek Tidak Terserap, Begini Strategi Prof. Nunuk Suryani
-
Duh! Dua Ribuan Guru P-1 Tersisa di Banten Siap-siap Gagal Jadi ASN PPPK 2023, Ternyata Sebabnya Ini
-
Ternyata Ini Tiga Tuntutan Guru Tanpa Formasi PPPK 2021-2022, Poin Terakhir Tagih Janji Menteri Nadim
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
25 Peluang Terbuang, Persija Gagal Menang! Mauricio Souza Naik Pitam
-
Hell University: Saat Enam Sekawan Terjebak di Sekolah Penuh Pembunuhan
-
Tak Sekadar Wisata, Bagaimana Edukasi dan Restorasi Sains Menjaga Terumbu Karang?
-
Protes Usul KPK Soal Ketum Parpol Cukup 2 Periode, Sahroni: Hak Internal, Tak Bisa Diganggu Gugat
-
Polisi Bekuk Sindikat Ganjal ATM Jaktim: 4 Pelaku Ditangkap, Gasak Rp 274 Juta Pakai Tusuk Gigi!
-
Profil Febrio Nathan: Dirjen Kemenkeu yang Dicopot Purbaya, Punya Harta Belasan Miliar
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Media Malaysia Beberkan 3 Negara Terdampak Besar Jika Selat Malaka Kena Tarif
-
Perang Dunia III di Depan Mata! Jerman Kekurangan Tentara, Warga 70 Tahun Jadi Pilihan
-
Emas Putih Pulau Penebang: Motor Baru Penggerak Kesejahteraan di Kayong Utara