Suara.com - Sarapan merupakan kebiasaan di pagi hari yang tak boleh terlewatkan. Pasalnya, asupan nutrisi yang masuk setelah tubuh semalaman beristirahat ini sangat mempengaruhi fungsi metabolisme tubuh sepanjang hari.
Tak hanya berlaku pada orang dewasa, manfaat sarapan juga sangat berpengaruh bagi perkembangan anak-anak. Menurut ahli nutrisi, Victoria Djajadi, sarapan rutin bisa mencegah anak terkena Lethargy Syndrome.
Ia menjelaskan bahwa Lethargy Syndrome adalah keadaan dimana anak merasa tidak bertenaga, kemampuan berpikirnya menurun, lemah, lesu dan sering mengantuk. Tentunya hal ini bisa berakibat pada rendahnya konsentrasi dan lamban dalam bergerak, serta menyebabkan suasana hati berubah-ubah.
"Kalau nggak sarapan metabolisme tubuh akan menurun sehingga anak mudah lemas, lamban bergerak dan mudah mengalami mood swings," kata Victoria pada temu media baru-baru ini.
Lebih lanjut Victoria menjelaskan bahwa sindrom ini terjadi ketika nutrisi untuk otak tidak terpenuhi. Akibatnya otot-otot pun menjadi lemas karena kurangnya protein yang seharusnya didapat melalui sarapan.
Oleh karena itu, ia menganjurkan para orang tua terutama ibu untuk membiasakan anak untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
"Bagi anak, terutama usia sekolah, sarapan dengan gizi yang lengkap dapat membantu tingkatkan fungsi kognitif yang dapat dilihat dari prestasinya di sekolah," tutur Victoria
Sarapan juga selalu diterapkan oleh Donna Agnesia, artis sekaligus ibu dari Diego, Lionel dan Sabrina Sinathrya. Bahkan, ia selalu berusaha menyiapkan sendiri menu sarapan untuk ketiga buah hatinya.
"Anak-anakku membutuhkan banyak energi karena durasi sekolah sekarang cukup panjang, belum lagi kalau ada ekstrakurikuler. Jadi nutrisi saat sarapan sangat penting sekali untuk mereka menjalani aktivitasnya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?