Suara.com - Jangan abaikan demam selama kehamilan. Pasalnya, sebuah penelitian terkini menyebut bahwa kondisi kenaikan suhu tubuh saat hamil, dapat memicu anak lahir dengan gangguan spektrum autisme.
Penelitian yang dilakukan tim Columbia University menemukan bahwa bumil yang mengalami demam saat trisemester kedua, berisiko empat kali lipat melahirkan anak dengan gangguan autisme. Sedangkan jika demam terjadi pada usia kehamilan 12 minggu, maka risikonya meningkat hingga 300 kali lipat.
Menurut peneliti, demam saat hamil menandakan adanya infeksi yang masuk ke tubuh dan mempengaruhi perkembangan sistem saraf pusat janin. Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti menganalisis 95.700 anak yang lahir pada 1999-2009 di Norwegia dan 583 diantaranya didiagnosis mengidap gangguan spektrum autisme.
Setelah diselidiki, 15.700 ibu yang melahirkan pada kurun waktu tersebut, pernah mengalami demam setidaknya sekali selama kehamilan mereka.
"Ketika tubuh terinfeksi virus atau bakteri, maka tubuh mengeluarkan gejala demam sebagai tanda perlawanan terhadap infeksi. Molekul yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi inilah yang mempengaruhi perkembangan otak bayi," ujar peneliti Mady Hornig.
Demam merupakan gejala dari berbagai jenis infeksi, namun Hornig masih belum menemukan jenis spesifik yang dapat menyebabkan gangguan spektrum autisme pada bayi. Mereka saat ini sedang menguji sampel darah untuk mengidentifikasi jenis infeksi yang menyebabkan autisme pada bayi.
"Harapannya infeksi tersebut bisa dicegah selama kehamilan sehingga tidak ada bayi yang lahir dengan gangguan spektrum autisme," tambah peneliti W. Ian Lipkin.
Di Amerika, 1 dari 68 anak didiagnosis mengalami gangguan spektrum autisme. Gejala biasanya meliputi gangguan perkembangan yang dikenali sejak usia dua tahun. Meski penyebab pasti bum diketahui, perempuan yang hamil pada usia pertengahan memiliki risiko lebih tinggi melahirkan anak dengan gangguan spektrum ini. [Medical Daily]
Baca Juga: Miris, Kasus Bunuh Diri pada Penderita Autisme Meningkat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?