Suara.com - Sebuah laporan dari Global Review pada 2016 mencatat, kejadian resistensi antimikroba atau AMR akan menjadi pembunuh nomor satu di dunia pada 2050.
AMR merupakan istilah yang digunakan ketika mikroorganisme seperti bakteri dan parasit mengalami perubahan sehingga obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi yang ditimbulkan mikroorganisme menjadi tidak efektif karena resisten atau sukar disembuhkan.
Hal ini terjadi karena penggunaan antibiotik yang tidak benar dibarengi penemuan dan pengembangan jenis antibiotik yang berjalan lambat.
Untuk itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menghimbau masyarakat agar tidak sembarangan membeli obat, terutama antiobiotik, tanpa resep dokter.
"Saya meminta masyarakat jangan minum obat sembarangan. Itu ada aturannya. Jadi kalau antibiotika, harus dengan resep dokter," kata Nila kepada Suara.com dalam satu kesempatan.
Menteri Nila bersama kementerian lain, seperti Menteri Pertahanan, Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, juga bersama-sama tengah menjalankan program National Actions Plan sejak 2017 hingga 2019 tentang pengetatan penggunaan antibiotik bagi kesehatan maupun pangan.
Seperti diketahui, banyak peternak yang menggunakan antibiotik pada hewan ternak seperti ayam maupun hewan potong lain yang bisa menjadi jalan bagi bakteri menjadi resisten saat dikonsumsi manusia.
"Kami sudah mendorong Menteri Pertanian untuk juga memperhatikan hal-hal tesebut. Kami juga sudah bicarakan ini dan menjadi satu kesatuan dalam acara Global Health Security Agenda, dalam 11 paket, termasuk kasus AMR itu (yang dibicarakan)," kata Menkes Nila lagi.
Lebih lanjut, Menkes Nila mengimbau masyarakat dan apoteker tidak membeli dan memberikan obat tanpa resep dokter.
Baca Juga: Menkes Nila Resmikan Pabrik Obat Injeksi Rp1 T
"Hal ini kita ajarkan kembali, artinya mengingatkan kembali kurikulum Fakultas Kedokteran dan Saya ingatkan kembali, apotek tidak boleh memberikan obat secara bebas, begitupun apoteker dan masyarakat dilarang membeli obat tanpa resep dokter," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional