Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengumumkan rencananya untuk memperkuat peraturan soal suplemen makanan, Senin (11/2/2019). Suplemen makanan tersebut di antaranya adalah vitamin, mineral, dan suplemen herbal.
"Perubahan itu akan menjadi salah satu modernisasi paling signifikan dari peraturan suplemen makanan dan pengawasan dalam lebih dari 25 tahun," kata Komisaris FDA Dr. Scott Gottlieb dalam rilis berita agensi seperti dilansir HiMedik dari WebMD.
Tiga dari setiap empat orang Amerika mengonsumsi suplemen makanan secara teratur, termasuk satu dari tiga anak. Angka ini tertinggi (empat dari lima) di antara orang Amerika yang lebih tua.
"Seiring meningkatnya popularitas suplemen, begitu juga jumlah entitas yang memasarkan produk yang berpotensi berbahaya, atau membuat klaim yang tidak terbukti atau menyesatkan tentang manfaat kesehatan yang mungkin mereka berikan," imbuhnya.
"Perubahan di pasar suplemen mungkin telah melampaui evolusi kebijakan kita sendiri dan adalah kapasitas kita untuk mengelola risiko yang muncul."
Dewan Penanggung Jawab Nutrisi, asosiasi perdagangan yang mewakili industri suplemen gizi, tidak mengambil masalah dengan tindakan FDA.
Bahkan Steve Mister, presiden dan CEO dewan mengatakan bahwa mereka mendukung antusiasme Dr. Gottlieb untuk membasmi aktor jahat yang membahayakan konsumen dengan menyumbat produk dengan bahan atau obat yang tidak disetujui.
"Kami menyambut tindakan penegakan hukum tambahan untuk mengadili mereka yang secara sinis akan memperdagangkan efek halo dari industri yang bertanggung jawab untuk menghasilkan uang dengan cepat dan mengabaikan keselamatan serta kesehatan konsumen," imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut Gottlieb menjelaskan langkah-langkah baru termasuk berkomunikasi dengan publik sesegera mungkin ketika ada kekhawatiran tentang suplemen makanan di pasar, memastikan bahwa kerangka kerja peraturan mereka cukup fleksibel untuk mengevaluasi keamanan produk secara memadai sambil juga mempromosikan inovasi.
Baca Juga: Mulanya Hanya Luka Kecil di Tangan, Pria Ini Ternyata Alami Sepsis
Serta terus bekerja sama dengan mitra industri, mengembangkan strategi penegakan baru dan terus terlibat dalam dialog publik untuk mendapatkan umpan balik yang berharga dari para pemangku kepentingan suplemen makanan.
Langkah pertama yang diambil FDA adalah mengirim 12 surat peringatan dan lima surat nasehat online kepada perusahaan yang secara ilegal menjual atau memasarkan produk yang tidak disetujui yang mengklaim dapat mencegah, mengobati atau menyembuhkan penyakit Alzheimer, dan sejumlah kondisi serius lainnya.
"Ketika sudah dibuktikan (khasiatnya), suplemen makanan dapat memberikan sejumlah manfaat potensial bagi kesehatan konsumen, tetapi mereka tidak dapat mengklaim bisa mencegah, mengobati atau menyembuhkan penyakit seperti Alzheimer," kata Gottlieb.
Namun, tindakan penegakan hanyalah salah satu bagian dari upaya FDA untuk memperbarui kebijakannya tentang suplemen makanan.
Dia mengatakan, prioritas FDA untuk suplemen makanan adalah untuk memastikan mereka aman, mengandung bahan-bahan yang tercantum pada label dan dibuat sesuai dengan standar kualitas.
FDA sedang meningkatkan efisiensi tindakan penegakan ketika suplemen makanan mengandung bahan-bahan ilegal, termasuk bahan obat.
Berita Terkait
-
FDA Imbau Orangtua Tak Berikan Dot Berisi Madu ke Bayi, Ini Alasannya
-
Tuntaskan Masalah Perut Buncit dengan 8 Makanan Pendukung Ini
-
Kedua Ginjal Nenek Ini Sudah Diangkat, Ternyata Dokter Salah Diagnosis
-
Jangan Sampai Salah, Begini Cara Memilih Makanan Ringan Setelah Olahraga
-
Kasus Kanker Tinggi di Yogyakarta dan Sumatera, Pengaruh Makanan Enak?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak