Suara.com - Minyak Kelapa Sawit Dianggap Membahayakan Kesehatan, Apa Kata BPOM?
Label Palm Oil Free memang tengah menjadi tren dan banyak ditemukan berbagai produk kosmetik hingga makanan olahan. Tren ini semakin populer karena penggunaan minyak kelapa sawit dalam produk makanan hingga kosmetik dinilai bisa membahayakan kesehatan. Benarkah?
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)RI, Penny K. Lukito, tidak setuju dengan anggapan tersebut. Menurutnya berdasarkan kajian ilmiah, minyak kelapa sawit memiliki beragam manfaat, termasuk kandungan vitamin A yang ampuh mengatasi masalah kekurangan gizi yang ada di Indonesia.
"Bukan berarti minyak sawit tidak sehat, sementara di dalam itu minyak sawit ada bahan fortifikasi, dan mengandung bahan nabati lainnya, sehingga kita harus berikan informasi bahwa palm oil tidak dikaitkan dengan aspek kesehatan," ujar Kepala Badan POM Penny L.Lukito saat konferensi pers di Gedung Aula BPOM, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Bahkan menurut Penny, tren Palm Oil Free dipandang sebagai upaya menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia yang saat ini angka ekspornya terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.
"Kami membangun kesepakatan dan komitmen untuk membangun upaya perlindungan terhadap daya saing perdagangan kelapa sawit, dan khususnya menghentikan peggunaan label 'palm oil free' yang akan menurunkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia," lanjut Penny.
Penny menyebut berbagai kampanye hitam menerpa Indonesia, salah satunya klaim label 'Palm Oil Free' yang dilarang BPOM. Tidak hanya produsen minyak sawit tetapi juga produk minyak kemasan, kosmetik, makanan bayi dan makanan olahan lainnya akan terancam.
"Mencantumkan pernyataan tidak mengandung sesuatu, klaim itu harus dibuktikan dengan data, tapi itu tidak ada data. Apalagi mencantumkan sesuatu yang ada konotasinya adalah mengalahkan berkompetisi dan sebagainya," tegasnya.
Sekedar informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut total ekspor minyak sawit sejak tahun 2013 hingga 2017 cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 total volume ekspor mencapai 22,22 juta ton dengan total nilai sebesar 17,14 miliar dollar dan meningkat di tahun 2017 menjadi 29,07 juta ton dengan total nilai sebesar 20,72 miliar dollar.
Baca Juga: Manfaat Minyak Kelapa untuk 4 Masalah Rambut
Kementerian Perindustrian menyebut naiknya penggunaan minyak sawit karena meningkatnya pemakaian oleochemical yang ada pada minyak sawit untuk industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Data oil world juga menyebut penggunaan minyak sawit mengalahkan komoditas vegetable oil, seperti minyak gandum, minyak jagung dan minyak kelapa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru