Suara.com - Tindakan pembedahan atau operasi terkadang perlu dilakukan untuk menyembuhkan pasien. Namun demikian, operasi juga hadir dengan risiko, salah satunya adalah keteledoran dokter yang lupa mengangkat alat bedah di tubuh pasien.
Dalam penelitian terbaru, alat bedah seperti tabung drainase, stent vaskular atau paket pembedahan bisa tertinggal di tubuh seseorang, baik setelah operasi atau selama perawatan pasca operasi.
Dilansir dari Medical Xpress, bahkan satu dari enam insiden tidak terdeteksi selama setidaknya enam bulan.
Penelitian baru yang melibatkan konsorsium universitas termasuk Universitas Macquarie dan Universitas Australia Selatan tidak hanya mengidentifikasi lamanya waktu sebelum 'instrumen bedah yang dipertahankan' ini tetap tidak terdeteksi, tetapi juga alasan utama mengapa hal itu terjadi.
Dipimpin oleh Peter Hibbert, Profesor Rekanan dengan Universitas Macquarie dan seorang peneliti dengan unit Sekutu Kesehatan dan Kinerja Manusia UniSA, penelitian ini didasarkan pada analisis 31 investigasi terhadap insiden yang terjadi di rumah sakit di Victoria dan mengakibatkan pasien menderita kerusakan serius.
Insiden alat bedah yang tertinggal terjadi pada semua jenis operasi, tetapi paling sering pada operasi perut. Mereka juga dapat terjadi selama perawatan pasca operasi seperti ketika mengelola saluran pembuangan bedah.
Penelitian menunjukkan bahwa dari insiden alat bedah yang salah ditinggalkan di dalam pasien, 68 persennya adalah paket bedah, tabung pembuangan atau perangkat vaskular.
Hampir seperempat dari insiden terdeteksi segera setelah periode pasca operasi atau pada hari prosedur. Namun, satu dari enam hanya terdeteksi setelah 6 bulan, periode terpanjang adalah 18 bulan.
Associate Professor Hibbert mengatakan bahwa mengingat bahaya dan kesulitan yang terkait dengan jenis insiden ini, sangat penting untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis peristiwa dalam sistem rumah sakit. Begitupun dengan cara-cara yang mungkin untuk menghindari peristiwa di masa depan.
Baca Juga: Tanpa Gejala, Kisah Wiranto Positif Virus Corona sampai Diisolasi di Gubuk
"Penelitian baru ini tidak hanya mengidentifikasi cara yang paling umum di mana instrumen bedah tetap terjadi, tetapi juga menunjukkan pentingnya meninjau beberapa peristiwa dari beberapa rumah sakit untuk menentukan faktor yang paling berkontribusi," Professor Hibbert.
Faktor-faktor yang paling mungkin berkontribusi pada alat bedah yang salah ditinggalkan di dalam pasien setelah operasi termasuk:
1. Operasi yang berlangsung lebih lama atau lebih kompleks dari yang diharapkan
2. Staf yang tidak menghitung jumlah perangkat yang digunakan, seperti paket bedah (spons) baik sebelum, dan sesudah prosedur serta kelelahan dan komunikasi yang buruk antara staf.
3. Fitur desain instrumen bedah dan saluran pembuangan.
Professor Hibbert pun mendesak semua rumah sakit untuk menggunakan hasil penelitian. Hal itu demi lebih memahami kejadian langka namun serius dan menyedihkan ini serta bagaimana cara mencegah alat bedah tertinggal di tubuh pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal