Suara.com - Vitamin B12 adalah nutrisi yang membantu menjaga kesehatan saraf dan sel-sel darah. Vitamin ini juga membuat DNA yang merupakan bahwan genetik di semua sel tubuh.
Sehingga kekurangan vitamin B12 bisa membuat beberapa gejala yang mengkhawatirkan dan merasakan sakit di salah satu dari kedua wilayah tubuh tertentu.
1. Nyeri tangan
Menurut Advokasi Pasien Tiroid dilansir dari Express, nyeri yang tajam, menusuk atau kesemutan di tangan bisa menjadi peringatan kekurangan vitamin B12.
"Gejala ini bisa terhadi mendadak tanpa alasan yang jelas di bagian bawah jari manis, kira-kira berada di mana lipatan telapak tangan pertama berada," kata Advokasi tersebut.
Jika kekurangan vitamin B12 tidak diobati, rasa sakit yang menggelitik mungkin bisa terjadi di seluruh telapak tangan, mulai dari pergelangan tangan. Biasanya, nyeri akan terjadi ketika pergelangan tangan tertekuk.
Nyeri di wajah ini mungkin akan bermula dari blind spot sementara di pusat bidang penglihatan. Biasanya, blind spot terjadi sekitar 10 menit dan terkadang diikuti oleh nyeri wajah di bagian bawah mata.
Setelah blind spot menghilang, maka akan muncul garis-garus zig-zag melalui penglihatan yang bisa bertahan hingga berjam-jam.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Perangkat untuk Ukur Risiko Orang Terinfeksi Virus Corona
Bahkan seseorang juga bisa mengalami variasi ekstrem dalam sakit kepala. Sakit kepala itu mungkin akan terasa sangat parah dan disertai mual.
Menurut Harvard Health, kekyrangan vitamin B12 sangat merugikan bagi kesehatan tubuh. Contohnya, pria 62 tahun yang kekurangan vitamin B12 selama 2 bulan.
Pria itu menjadi kesulitan berjalan, mengalami nyeri sendi S evere, tubuhnya mulai menguning dan sering sesak napas. Kekurangan vitamin B12 bisa menjadi lebih buruk yang menyebabkan depresi, delusi, paranoia, inkontinensia sampai kehilangan rasa dan bau.
Adapun gejala kekurangan vitamin B12 yang paling umum adalah masalah neurologis, seperti parestesia di tangan dan kaki, kram otot, pusing, gangguan kognitif, ataksia dan disfungsi ereksi.
"Karenaa gejala kekurangan vitamin B12 butuh waktu jangka panjang untuk pulih, kami biasnaya menyarankan rejimen pengobatan injeksi hidroksocobalamin dua kali seminggu selama tiga bulan," kata peneliti dari Perpustakaan Nasional Obat-Obatanan Nasional Institut Kesehatan AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui