Suara.com - Kacang polong memang terkenal baik untuk kesehatan. Tapi yang unik, jika kacang polong dibiarkan dan dikeringkan hingga keriput, bisa lebih bermanfaat lagi untuk mengontrol gula dalam darah dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Fakta ini didapatkan dari hasil penelitian di Inggris, yang menemukan wrinkled peas atau kacang polong keriput bisa mencegah naiknya gula dalam darah setelah makan.
Diabetes tipe 2 adalah kondisi dimana gula dalam darah melebihi nilai normal. Kondisi ini disebabkan hormon insulin yang tidak bisa bekerja normal, untuk mengubah gula menjadi energi.
Mngonsumsi kacang polong keriput, baik yang dimakan utuh atau ditumbuk menjadi tepung kacang polong, bisa mengatasi epidemi diabetes tipe 2 yang sedang melanda dunia, seperti diwartakan Dailymail, Selasa (27/10/2020).
Kacang polong keriput mengandung pati resisten yang lebih banyak daripada kacang polong biasa yang ada di supermarket. Dengan pati resisten, tubuh akan butuh waktu lebih banyak untuk bisa mengolahnya, sehingga kacang polong keriput ini akan dicerna di usus besar dan bukan di usus kecil.
Pati resisten adalah sejenis karbohidrat yang menahan agar makanan tidak dicerna usus besar, tapi difermentasi dan diolah di usus besar. Saat karbohidrat terfermentasi, maka ia berubah menjadi serat yang berfungsi sebagai prebiotik atau bakteri baik di usus.
Dengan pati resisten yang diolah lebih lambat di tubuh, maka ia akan lebih lambat masuk ke aliran darah, sehingga kadar gula dalam darah menjadi lebih stabil dan tidak melonjak drastis meski setelah makan sekalipun.
Dalam penelitian ini, eksperimen dilakukan dengan memberi makan sukarelawan, yang di dalamnya terkandung 50 gram kacang polong keriput, baik kacang polong keriput olahan atau yang sudah dimakan utuh.
Para peneliti juga menambahkan molekul pelacak kacang polong, sehingga peneliti bisa tahu bagaimana kacang tersebut diserap oleh saluran cerna manusia. Kacang polong keriput diberikan kepada 25 sukarelawan yang mengonsumsinya selama empat minggu.
Peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan kacang polong halus, ternyata kacang polong keriput mencegah 'lonjakan gula' baik saat dikonsumsi utuh atau dalam bentuk tepung yang dimasukkan ke dalam makanan campuran.
Baca Juga: Bersifat Karsinogenik, BPOM AS Umumkan Ada 2 Obat Diabetes yang Ditarik
"Studi ini telah menunjukkan kepada kita bahwa dengan menyiapkan kacang polong ini dengan cara tertentu, kita dapat mengurangi lonjakan gula darah lebih lanjut, membuka kemungkinan baru untuk membuat makanan yang lebih sehat menggunakan teknik pemrosesan makanan yang terkontrol, '' kata penulis studi Profesor Pete Wilde dari Quadram Institute di Norfolk.
Para peneliti juga menunjukkan bahwa terdapat manfaat yang signifikan bagi mikrobiota usus - komunitas mikroorganisme di saluran pencernaan kita - karena proses fermentasi yang berlangsung di sana.
Para peneliti sekarang merencanakan uji coba lebih lanjut yang melibatkan relawan dengan diabetes tipe 2 tahap awal.
"Ini berpotensi menjadi kebijakan bahwa makanan harus mengandung sejumlah pati resisten untuk mengatasi diabetes tipe 2 dan penyakit metabolik lainnya," kata Profesor Claire Domoney di John Innes Center di Norfolk.
Profesor Tom Sanders dari King's College London, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menekankan bahwa obesitas dan kurangnya aktivitas fisik adalah penyebab utama diabetes tipe 2 yang dapat dicegah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun