Suara.com - Sebagian pasien Covid-19 mungkin akan mengalami beberapa efek samping dengan jangka panjang. Penelitian baru menunjukkan bahwa ada 55 jenis efek samping Covid-19 jangka panjang.
Melansir dari Eat This, tinjauan sistematis dan meta-analisis ini melibatkan hampir 48.000 pasien Covid-19. Para peserta yang diteliti berusia antara 17 hingga 87 tahun. Diperkirakan 80 persen dari mereka melaporkan bahwa mereka mengembangkan setidaknya satu atau lebih efek samping jangka panjang Covid-19.
Dari 55 efek samping jangka panjang, ada 6 gejala yang paling umum yakni kelelahan pada 58 persen peserta, sakit kepala 44 persen, gangguan perhatian 27 persen, rambut rontok 25 persen, dispnea atau sulit bernapas 24 persen, dan 21 persen melaporkan berjuang dengan anosmia atau hilangnya sebagian atau seluruh penciuman.
Waktu gejala pada pasien berkisar antara 14 hingga 110 hari. Efek samping jangka panjang yang paling umum yakni kelelahan ditemukan dapat terjadi hingga 100 hari setelah gejala pertama Covid-19 akut. Alasan untuk efek samping yang berkelanjutan ini mungkin ada hubungannya dengan sisa peradangan.
Sementara alasan mengapa orang kehilangan indera perasa dan penciumannya pada awal terinfeksi virus SARS-CoV-2 mungkin disebabkan oleh peradangan pada pembuluh darah yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh.
Seperti yang dijelaskan Brittany Busse, MD, direktur medis asosiasi dari WorkCare kepada Eat This, virus corona dapat menyebabkan peradangan muncul di paru-paru, di otak, dan pada dasarnya di seluruh tubuh, terutama karena pembuluh darah ditemukan di setiap organ.
"Covid-19 pada dasarnya adalah respons tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. Jadi, Covid-19 adalah sindromnya, SARS-CoV-2 adalah virusnya. Dan keparahan sindrom tersebut akan didasarkan pada seberapa banyak peradangan yang diciptakan tubuh Anda sebagai respons terhadap virus," kata Busse.
Perlu dicatat bahwa penelitian ini belum ditinjau sejawat. Artinya, penelitian medis baru ini belum dievaluasi dan tidak boleh digunakan untuk memandu praktik klinis.
Baca Juga: Wali Kota Resmikan RSUD Tipe D Bekasi Utara untuk Pasien Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!