Suara.com - Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Bank Indonesia cabang Beijing, China, diminta bekerja dari rumah alias WFH, di tengah peningkatan kasus Covid-19.
"Kantor tempat kami berada tidak boleh dimasuki siapa pun. Makanya, kami bekerja dari rumah," kata Kepala BI Beijing Tutuk SH Cahyono, dikutip dari ANTARA, Rabu (27/4/2022).
Pemerintah Beijing diketahui melakukan kontrol wilayah, sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Covid-19 yang meluas.
Di gedung Financial Fortune Center yang berada di kawasan Guomao, Distrik Chaoyang, tempat kantor BI Beijing berada, ditemukan satu kasus positif. Sesuai protokol kesehatan yang berlaku di China bahwa setiap ditemukan kasus positif, maka satu tempat harus ditutup total dari kegiatan masyarakat.
Otoritas setempat menerapkan kontrol wilayah secara ketat di kawasan Guomao hingga radius lima kilometer. Dalam kontrol wilayah itu, pergerakan masyarakat dibatasi.
"Secara umum, WfH ini tidak mengganggu aktivitas kami dalam mengerjakan tugas sehari-hari. Staf kami sudah terbiasa bekerja secara virtual, apalagi sekarang kantor-kantor di China juga banyak yang tutup sehingga tidak bisa saling mengunjungi secara fisik," ujarnya.
Tutuk menyebutkan tujuh staf dan pimpinan BI Beijing, termasuk tiga staf warga setempat dalam keadaan sehat dan hasil tes PCR semuanya negatif.
Beijing belajar sejak dini dari lonjakan kasus terakhir yang terjadi di Shanghai yang sampai saat ini telah menewaskan 190 orang. Otoritas setempat mewajibkan warganya melakukan tiga kali tes PCR dalam sepekan.
Rabu ini merupakan tes massal putaran kedua bagi warga Ibu Kota dan dalam lima hari terakhir di kota berpenduduk 20 juta jiwa itu telah terdapat 92 kasus positif.
Baca Juga: Honda Luncurkan 2 Mobil Listrik Sekaligus untuk Pasar China
Semua ajang olahraga dan pergelaran seni ditangguhkan untuk sementara waktu, objek-objek wisata dan rumah-rumah ibadah juga ditutup total.
Beijing memasuki masa kritis pencegahan dan pengendalian COVID-19 sehingga Ketua Partai Komunis China (PKC) Beijing Cai Qi menyerukan pengetatan kebijakan protokol kesehatan.
Berita Terkait
-
Markas Love Scamming di Semarang Digerebek! 604 HP Disita, 4 WN China dan 2 WNI Ditangkap
-
Review Embrace in the Dark Night: Sinematografi Misteri yang Niat Banget
-
Lighter and Princess: Kesetiaan & Penghianatan yang Dieksekusi Membabi Buta
-
Mobil Listrik China Makin Obesitas Baterai Besar Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif
-
Ulasan Drama Unnatural Fire, Tiga Detektif Kebakaran Penyingkap Tabir Kelam
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup