Suara.com - Masalah penyakit kelamin kerap kali dialami banyak orang, salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan munculnya kutil kelamin. Kondisi ini merupakan kutil yang muncul di beberapa bagian tubuh seperti lengan, tungkai, mulut, serta area kelamin.
Pada dasarnya kondisi ini terjadi karena adanya kontak langsung ataupun melalui hubungan seksual yang dilakukan dengan penderita. Namun, kutil kelamin masih menjadi pertanyaan banyak orang bagaimana sebenarnya penularan serta apa yang terjadi jika mengalaminya.
Menanggapi hal tersebut, seorang seksolog, Dr. David S. Reitman, MD menjelaskan berbagai pertanyaan mengenai HPV. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasannya di tanya seksolog berikut.
Bagaimana seseorang bisa mendapatkan kutil kelamin (HPV)?
Kutil kelamin (hpv) disebabkan oleh human papillomavirus. Virus ini hidup di kulit penis atau vagina dan dapat menyebar ke orang lain ketika alat kelamin bergesekan dengan vagina, penis, skrotum, mulut, atau daerah anus orang lain. Seseorang mungkin mendapatkan infeksi saat melakukan kontak seksual dengan pasangan yang sudah memiliki infeksi di kulitnya.
Apakah kutil ini bisa diobati?
Ya bisa. Biasanya dokter akan memberikan beberapa jenis pengobatan yang diinginkan. Kadang-kadang, ahli bedah atau dokter kulit mungkin diperlukan untuk mengobati kasus yang parah. Penderita mungkin ingin melakukan perawatan di rumah, juga bisa meminta resep dan saran dari dokter yang mengatasi masalah tersebut.
Pastikan untuk mengikuti instruksi aplikasi dengan hati-hati. Jika tidak, pembengkakan, kemerahan, lepuh, dan pendarahan yang signifikan dapat terjadi di sekitar area yang terkena.
Bagaimana jika saya tidak ingin menjalani perawatan ini? Apakah saya akan memiliki kutil selama sisa hidup saya?
Baca Juga: Tanya Seksolog: Dok, Kenapa Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Berbeda?
Tubuh manusia memiliki kemampuan untuk membersihkan diri dari infeksi HPV. Kebanyakan pasien menemukan bahwa kutil kelamin mereka hilang seiring waktu, bahkan jika tidak diobati. Biasanya dibutuhkan antara 1 dan 2 tahun untuk itu terjadi. Selama tidak keberatan menunggu, kebanyakan kutil kelamin tidak perlu diangkat secara medis.
Namun, dalam situasi tertentu seperti ukuran kutil yang terlalu besar dan mengganggu aktivitas, mungkin ada indikasi yang lebih mendesak untuk menghilangkan dalam waktu dekat.
Teman saya telah mengobati kutil kelaminnya dan mereka kambuh beberapa minggu kemudian. Apakah itu akan terjadi pada orang lain?
Selalu ada kesempatan untuk kambuh, terlepas dari perawatannya. Hal ini terjadi karena virus terus hidup di kulit atau area genital di sekitar kutil selama satu atau dua tahun. Perawatan yang berbeda membawa risiko kekambuhan yang berbeda. Bisa juga membicarakan masalah terkait dengan dokter. Namun, kondisi ini juga tetap bisa sembuh tanpa adanya kambuh atau menginfeksi orang lain.
Benarkah virus yang sama yang menyebabkan kutil kelamin juga dapat menyebabkan kanker? Dapatkah seseorang melakukan sesuatu untuk mencegah terkena kanker?
HPV datang dalam berbagai bentuk genotipe kutil kelamin . Biasanya tidak menyebabkan kanker serviks, penis, atau anus. Namun, genotipe HPV lain dapat menempatkan seseorang pada risiko kanker yang lebih tinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Kembali Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Ngaku Pernah Habiskan Rp1,8 M Demi Mirip Jisoo BLACKPINK
-
Kelamin Suami Dipotong Istri Gara-gara Chat, Korban Naik Motor Sendiri ke RSCM Bawa Potongannya
-
Cemburu Gegara Chat, Istri di Kebon Jeruk Potong Kelamin Suami Pakai Cutter Hingga Tewas
-
Viral Remaja Pamer Kelamin Sambil Naik Motor di Tuban, Bisakah Eksibisionis Disembuhkan?
-
Viral GM JKT48 Fritz Fernandez Pamer Kue Ultah Mirip Alat Kelamin Pria, Kini Didesak Mundur!
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?