- KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 19 Januari 2026.
- OTT KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo.
- OTT KPK ini menyita ratusan juta rupiah.
Proses pemeriksaan berlangsung intensif. Pada Selasa, 20 Januari 2026, KPK telah menaikkan status kasus ini ke tahap penyidikan serta menetapkan tersangka.
Maidi tiba di KPK sekitar pukul 22.34 WIB pada malam OTT. Saat ditanya wartawan, ia hanya memberikan keterangan singkat tanpa membantah tuduhan.
Kasus ini bukanlah yang pertama di hari itu. KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati Sudewo. Ini menunjukkan komitmen lembaga antikorupsi untuk membersihkan pemerintahan daerah.
Dugaan korupsi ini melibatkan mekanisme yang rumit. Fee proyek biasanya merupakan persentase tertentu dari nilai kontrak yang diberikan kepada pejabat untuk memenangkan tender.
Di Madiun, proyek-proyek seperti pembangunan infrastruktur jalan, drainase, dan smart city diduga menjadi ladang korupsi.
Sementara itu, dana CSR dari perusahaan seperti pertambangan atau manufaktur seharusnya dialokasikan untuk program sosial, pendidikan, atau kesehatan masyarakat.
Namun, bukti awal menunjukkan bahwa dana tersebut dialihkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Nilai kerugian negara diperkirakan mencapai miliaran rupiah, meskipun angka pasti masih dalam penyelidikan.
Dampak dari kasus ini sangat signifikan bagi Kota Madiun. Sebagai kota kecil di Jawa Timur dengan populasi sekitar 170.000 jiwa, Madiun bergantung pada proyek pemerintah untuk pertumbuhan ekonominya.
Penangkapan Maidi berpotensi menghambat berbagai program pembangunan, termasuk inisiatif smart city yang telah digadang-gadang sebagai model nasional.
Baca Juga: Benarkah Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK? Ini Kronologinya
Partai Gerindra juga terkena imbas, dengan tuntutan internal untuk membersihkan kader dari praktik korupsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan