- Pemerintah membantah rumor penggantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Chatib Basri pada 5 Juni 2026.
- Isu pergantian posisi menteri tersebut muncul saat nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar.
- Chatib Basri merupakan mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY yang menjabat dari tahun 2013 hingga 2014.
Suara.com - Sempat ramai beredar rumor bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan digantikan oleh Chatib Basri pada Kamis (4/6/2026).
Kabar tersebut beredar di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Namun hingga Jumat (5/6/2026) pagi, rumor tersebut tak terbukti kebenarannya.
Baik Purbaya sendiri maupun pihak Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah membantah tegas kabar pergantian tersebut.
Chatib Basri Menkeu Era Presiden Siapa?
Dalam sejarah perjalanan ekonomi Indonesia, nama Muhamad Chatib Basri dikenal sebagai salah satu teknokrat dan ekonom papan atas.
Sebelumnya, Chatib Basri sudah pernah menjabat sebagai Menkeu di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia merupakan bagian dari Kabinet Indonesia Bersatu II dan dilantik pada tanggal 21 Mei 2013. Ia menggantikan Agus Martowardojo, yang saat itu terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Keuangan, pria kelahiran 22 Agustus 1965 ini memegang posisi strategis lainnya, yaitu sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, DPR Desak Menkeu dan BI Segera Bertindak
Tantangan Selama Menjabat
Chatib Basri menjabat Menkeu hingga berakhirnya masa jabatan Presiden SBY pada 20 OKtober 2014.
Meskipun masa jabatannya tergolong singkat, yakni sekitar 1,5 tahun. Chatib Basri dihadapkan pada tantangan ekonomi global yang cukup berat.
Contohnya adalah Taper Tantrum, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Kebijakan ini memicu gejolak pasar keuangan di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selama menjabat, ia dikenal sangat disiplin dalam menjaga defisit anggaran dan mengelola kebijakan subsidi BBM untuk menjaga kesehatan APBN di akhir masa pemerintahan SBY.
Pendidikan
Berita Terkait
-
Isu Reshuffle Menkeu Purbaya Memanas, Mensesneg: Fokus Kita Sinergi, Bukan Ganti Orang!
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Dadan Hindayana Apakah TNI? Ini Rekam Jejak Eks Kepala BGN
-
3 Moisturizer untuk Atasi Hiperpigmentasi Usia 40-an, Bikin Wajah Cerah dan Terawat
-
5 Rekomendasi Masker Wajah untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Wajah Auto Mulus dan Glowing
-
5 Sepatu Lokal Mirip Adidas Samba Jane, Cocok untuk Kaki Lebar Mulai Rp100 Ribuan
-
Wajah Baru Cibubur: Menilik Konsep 'Lifestyle Landmark' yang Bakal Jadi Tempat Nongkrong Baru
-
Apakah Toner Glycolic Acid Bisa Dipakai di Ketiak? Ini 5 Rekomendasinya yang Aman
-
Piala Dunia 2026 Disiarkan di Mana? Ini Panduan Menonton untuk Warga Indonesia
-
Apa Warna Lipstik yang Cocok untuk Bibir Tebal? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Elegan
-
Seni Belanja Sat-Set di Era Digital: Saat Kecepatan dan Keamanan Harus Sejalan
-
Wisata Kuliner Australia Barat: 5 Tempat Makan dan Kedai Kopi Wajib Masuk Itinerary