Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung meminta Jusuf Kalla untuk segera memberikan respons atas wacana PKB yang ingin meminangnya menjadi calon presiden di 2014. Bagi Akbar, respons cepat dari Jusuf Kalla akan membuat kepastian di mata masyarakat pemilih.
"JK (Jusuf Kalla) harus berikan respons pada pinangan PKB," kata Akbar di sela-sela diskusi politik di Gedung FISIP UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Senin (11/11/2013).
Namun, sebelum memberikan respons, kata Akbar, mantan Wakil Presiden itu dimintanya untuk melakukan komunikasi dengan seluruh tokoh di Partai Golkar. Secara khusus, Akbar meminta Jusuf Kalla menemui para mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar, terutama Ketua Umum DPP Partai Golkar saat ini yang juga akan diusung menjadi calon presiden, Aburizal "Ical" Bakrie.
Akbar menuturkan, bagaimanapun juga Partai Golkar telah melekat dalam pribadi seorang Jusuf Kalla. Masyarakat juga diyakininya akan bertanya-tanya mengenai calon presiden sebenarnya yang akan diusung Golkar di 2014.
"Ini kan soal etika politik karena apa pun, Pak JK dikenal sebagai tokoh Golkar sehingga opini publik akan mempertanyakan siapa capres yang definitif. Tentu akan berpengaruh, maka harus didiskusikan," tandasnya.
Dukungan untuk Jusuf Kalla menjadi calon presiden PKB muncul dari hampir seluruh Dewan Pimpinan Wilayah PKB. Dasar pertimbangannya adalah karena Jusuf Kalla dianggap memiliki kapabilitas dan kredibilitasnya sebagai negarawan sudah terbukti.
Jusuf Kalla juga dianggap mampu menangani konflik dan mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam dan pluralistis. Menanggapi itu, Jusuf Kalla mengaku tak ingin "gede rasa" menanggapi pinangan PKB tersebut. Ia memilih menentukan sikapnya setelah hasil pemilihan umum legislatif diketahui.
Tag
Berita Terkait
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini
-
Harry Potter and the Prisoner of Azkaban: Ancaman Nyata Ramalan Kematian!
-
Harry Potter and the Chamber of Secrets: Misteri Kamar Rahasia yang Terbuka
-
Harry Potter and the Sorcerer's Stone: Langkah Awal Harry Lawan Kegelapan!
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM