Suara.com - Pasangan suami istri, Yati (53) dan Abdul Somad (54), punya cerita sendiri tentang peristiwa ledakan di gudang penyimpanan amunisi milik Komando Korps Operasi (KKO) Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, 30 Oktober 1984.
Yati menceritakan pengalamannya setelah terjadi lagi ledakan di gudang penyimpanan amunisi milik Komando Pasukan Katak, Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (5/3/2014).
Ketika terjadi ledakan pertama di gudang amunisi di Cilandak, Yati tengah menidurkan anak pertamanya, Abdul Yakub, yang baru berumur empat bulan. Tiba-tiba ia kaget bukan main.
"Duarrr. Suara ledakan. Rumah ini bergetar. Saya yang lagi nidurin Yakub langsung pergi mengungsi," kata Yati ketika ditemui suara.com di rumahnya, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, Kamis (6/3/2014).
Yati mengungsi ke daerah Pangkalan Jati, Depok. Sedangkan Somad mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
"Saya nyelametin anak saya dulu. Pergi enggak bawa apa-apa. Bapaknya masih di rumah, melihat keadaan dulu," katanya.
Setelah menyaksikan kondisi sekitar rumah, Somad memutuskan untuk pergi mencari Yati. Waktu itu, Somad melihat lantai rumah, tembok, genting, dan plafon rusak. Selain itu, di teras rumah ada lubang yang di dalamnya ada mortir yang belum lama jatuh.
"Karena takut meledak, saya memilih mengungsi," kata Somad yang sudah mendapatkan informasi kalau gudang amunisi di Cilandak meledak.
Somad akhirnya menemui Yati tengah kebingungan di flyover Pangkalan Jati. Mereka sempat kebingungan.
"Ada yang nolong saya, kami langsung dibawa ke Tanah Abang, rumah saudara dia," kata Yati.
Hampir sepekan suami istri ini mengungsi. Setelah keadaan aman, mereka baru pulang. Warga yang lain pun sudah mulai pulang dan mereka membersihkan puing-puing bangunan bekas terkena ledakan mortir. Ternyata, mortir yang beberapa waktu lalu jatuh di dekat rumah Yati masih ada. Karena takut meledak, warga minta anggota Marinir untuk mengamankannya.
"Empat orang Marinir yang mengambilnya. Mereka menggalinya," kata Yati.
Sebelum mortir berhasil diangkat dari dalam tanah, anggota Marinir melakukan sterilisasi terlebih dahulu. Kemudian, mereka mengecek kedalaman tempat jatuhnya mortir dengan menggunakan sebilah bambu. Ternyata dalamnya sekitar sepuluh meter.
"Digali hampir dua meter. Kemudian diangkat. Empat Marinir langsung membungkusnya dengan benda semacam busa dan digendong," kata Yati.
Panjang mortir tersebut sampai sekitar satu meter.
"Untung tidak meledak, kalau meledak bisa menghancurkan lima rumah kayaknya," Yati menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Manchester United Pesta Gol, Kobbie Mainoo Diprediksi Jadi Pemain Terbaik Dunia
-
4 Cleanser Vegan Andalan untuk Kulit Sensitif Tanpa Ketarik dan Iritasi
-
Cleansing Oil SKIN1004 untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, Cara Pakai, dan Ulasan Pengguna
-
Yordania Siap Tanding Lawan Timnas Indonesia, PSSI Malah Bilang Begini
-
Penerbangan di Bandara Sydney Lumpuh karena Kekurangan Personel Air Traffic Controller
-
Penjaga Kebun Sawit di Langkat Tewas Dibunuh 2 Rekannya, Ini Pemicunya
-
Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, Malaysia: Indonesia Belum Beri Lampu Hijau
-
Ini Arti Mimpi Melihat Orang Meningga Menurut Pandangan Psikologi dan Primbon Jawa
-
KPAI Pertanyakan Dapur MBG Belum Kantongi SLHS tapi Tetap Beroperasi
-
Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya