Suara.com - Hilangnya pesawat milik maskapai Malaysia Airlines di atas Laut Cina Selatan pada Sabtu (7/3/2014), menarik perhatian dunia bukan hanya karena 239 penumpang di dalamnya, tetapi karena keselamatan penerbangan telah banyak berubah dalam beberapa dekade terakhir.
Jika hilangnya pesawat bernomor penerbangan MH370 itu terjadi satu atau dua dekade silam, mungkin media-media internasional tidak begitu meributkan insiden ini. Pada masa itu, kecelakaan pesawat terbang boleh dikatakan sering terjadi.
Menurut Asosiasi transportasi udara internasional (IATA), tahun 2012 adalah tahun paling aman dalam sejarah penerbangan dunia. Ketika itu angka kecelakaan pesawat yang melibatkan jet buatan Barat sangat rendah.
Menurut hitungan IATA , pada 2012, hanya ada satu kecelakaan di tiap 5 juta penerbangan, turun hampir 50 persen dari 2011, saat rata-rata satu kecelakaan terjadi di setiap 2,7 juta penerbangan.
Ironi meningkatnya keselamatan penerbangan, bukan satu-satunya fakta yang membuat hilangnya MH370 menjadi menarik. Berikut adalah beberapa fakta yang membuat insiden itu menarik:
1. Mengapa bukan saat tinggal landas atau mendarat?
Menurut para pakar penerbangan, bagian paling berbahaya dalam perjalanan udara adalah tinggal landas dan mendarat. Sangat jarang sebuah pesawat mengalami kecelakaan ketika sedang melayang 11.000 km di atas permukaan laut.
Misalnya pada kecelakaan terakhir yang melibatkan Boeing 777-200ER - jenis yang sama dengan pesawat Malaysia Airline yang hilang - yang menimpa Asiana Airlines di San Francisco, AS, Juli 2013. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat akan mendarat San Francisco. Dari 307 penumpang dan awak dalam penerbangan itu, tiga dinyatakan tewas sementara sisanya menderita cedera.
Menurut data statistik yang dimiliki Boeing, hanya sembilan persen kecelakaan terjadi saat pesawat sedang berada di ketinggian.
2. Sangat cepat
Hilangnya pesawat Malaysia Airlines itu juga aneh jika melihat betapa cepatnya peristiwa itu berlangsung, sehingga para pilot bahkan tidak punya waktu untuk melakukan panggilan darurat.
Kapten John M Cox, yang menghabiskan 25 tahun hidupnya terbang bersama US Airways, mengatakan bahwa apa pun yang menimpa pesawat Boeing 777-200ER itu, pasti terjadi dalam waktu sangat cepat - saking cepat sehingga membuat transponder pesawat tidak bisa mengirim lokasi terakhirnya.
Meski demikian dia mengingatkan bahwa transponder pesawat itu bisa saja sengaja dimatikan dari ruang kemudi pesawat.
Jika laporan yang menyatakan radar militer sempat menangkap gerakan pesawat yang memutar balik sebelum hilang, maka misteri di balik hilangnya pesawat itu kian besar. Artinya, menurut para pakar, kemungkinan pesawat itu meledak di udara sangat kecil dan justru memantik pertanyaan lebih lanjut, "mengapa pilot tidak memberikan sinyal darurat?"
Tidak adanya panggilan radio mengindikasikan "sesuatu yang tiba-tiba dan berhubungan dengan kekerasan sedang terjadi," spekulasi William Waldock, dosen mata kuliah investigasi kecelakaan pada Embry-Riddle Aeronautical University, Prescott, Arizona, AS.
Keanehan itu juga memantik dugaan adanya aksi terorisme di pesawat tersebut.
"Entah ada insiden besar yang bisa menyebabkan hancurnya pesawat atau adanya aksi kriminal, itu pasti berlangsung sangat cepat sehingga mereka tidak bisa melakukan panggilan radio," jelas Scott Hamilton dari Leeham Co, perusahaan penyedia layanan konsultasi penerbangan di AS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok
-
Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Jangan Diam! Siulan dan Chat Mesum Bisa Dipidana, Begini Cara Lapor Kekerasan Seksual Verbal
-
Yasonna Laoly Minta Warga Berani Lapor Pelecehan Seksual, Termasuk yang Verbal
-
Bantu Zarof Ricar Cuci Uang, Produser Film Sang Pengadil Agung Winarno Resmi Tersangka
-
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
-
Wajah Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Masih Misteri, TNI: Lihat Saja Nanti di Sidang!
-
Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade
-
Kapuspen TNI: Sidang Kasus Andrie Yunus Akan Terbuka, Kita Sampaikan Secara Profesional