Suara.com - Misi pencarian pesawat Malaysia Airlines hari Selasa (11/3/2014) memasuki hari ke empat. Namun, pencarian yang melibatkan pesawat dan kapal dari 10 negara tersebut belum juga membuahkan hasil.
Karena itu, area pencarian di Teluk Thailand dan Laut Cina Selatan diperluas. Di perairan itulah pesawat Malaysia Airlines hilang kontak dan menghilang dari pantauan radar.
Tidak hanya di dua perairan tersebut. Pencarian juga dilakukan di pesisir barat Malaysia dan ke arah barat laut menuju Laut Andaman. Pencarian di wilayah ini dilakukan berdasarkan teori yang mengatakan bahwa pesawat kemungkinan melenceng dari rute penerbangannya.
"Ini akan menjadi pencarian yang panjang. Kita butuh rencana pencarian jangka panjang," kata Do Ba Ty, kepala staf angkatan bersenjata Vietnam yang juga menjabat sebagai wakil menteri pertahanan.
Bahkan, tim pencari berencana meminta bantuan dari Kamboja untuk melakukan pencarian.
"Kami akan memperluas pencarian ke arah timur di lautan dan ke arah barat di daratan dan meminta bantuan dari Kamboja... kami akan meminta bantuan dari semua rekan-rekan dan memastikan kami menginformasikan kepada warga dan nelayan untuk membantu pencarian," lanjutnya.
Sejauh ini, baik intelijen Malaysia, Amerika Serikat maupun Eropa belum mengesampingkan kemungkinan adanya pembajakan atau pengeboman. Namun otoritas Malaysia belum pula mendapat bukti kuat yang menunjukkan adanya aksi teror. (Reuters)
Berita Terkait
-
Dirilis, Foto Dua Penumpang Malaysia Airlines Pemakai Paspor Palsu
-
Konspirasi dan Keanehan Seputar Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines
-
Penyebutan Nama Balotelli dalam Hilangnya Malaysia Airlines Diprotes
-
Perkembangan Demi Perkembangan Pencarian Malaysia Airlines
-
Satu Penumpang Malaysia Airlines Dengan Paspor Curian Ternyata Pemuda Iran
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Kasatgas Tito Apresiasi Dukungan DPR Percepat Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai