Suara.com - Seorang anak usia 5 tahun tinggal bersama saudara dan orang tuanya di sebuah rumah "superkotor", yang bahkan dari berbagai sisi tampak lebih parah dari tempat penampungan sampah, di Melbourne, Australia. Sang anak lalu sakit parah setelah terluka di bagian kakinya, sebelum akhirnya tewas mengenaskan.
Hal itulah yang antara lain terungkap kembali dalam persidangan di Australia, belum lama ini, dalam kasus di mana kedua orang tua sang bocah malang menjadi tersangka. Sebagaimana diberitakan News.com.au pula, sang ibu sudah mengaku bersalah, sementara sang ayah masih akan menyampaikan pembelaan.
Peristiwa mengenaskan itu sendiri sudah cukup lama terjadi, sekitar pertengahan 2012 lalu. Saat itu, berdasarkan dokumen kepolisian yang dibuka pengadilan dan dikutip media, sang anak sempat terluka di bagian ibu jari kakinya terkena sebuah kaleng bekas makanan kucing. Orang tuanya yang entah tidak memperhatikan atau tak peduli, membiarkan saja anaknya yang terluka itu tanpa pertolongan medis.
Akibatnya parah, beberapa hari kemudian, tepatnya pada 1 Agustus 2012, sang anak harus meninggal dunia dalam keadaan sakit dan mengenaskan. Sebagaimana keterangan seorang petugas ambulans saat menolong sang anak hari itu, kulitnya terlihat abu-abu pucat dan penuh bercak saat tiba di rumah sakit. Sementara kakinya yang mengalami luka sepanjang 3cm hanya ditutupi perban yang kotor dan seadanya.
Berdasarkan keterangan kakak laki-lakinya pula kepada petugas polisi, pada malam sebelum kematiannya, adiknya yang terbaring sakit itu mengeluh lehernya kaku dan kepalanya sakit. Menurut sang kakak, dia terlihat "benar-benar sakit parah".
Yang paling membuat miris adalah bahwa semua itu terjadi di kediaman keluarga tersebut yang nyatanya luar biasa kotor. Aparat kepolisian yang menyelidiki kasus tersebut bahkan menyebut tempat itu dalam "keadaan kumuh yang ekstrem", karena benar-benar dipenuhi sampah di mana-mana, termasuk sisa makanan dan kotoran.
"Bagian dalam rumah itu penuh dengan sampah dan kotoran di semua kamar, yang terdiri dari barang-barang bekas, sisa makanan yang membusuk, lumpur, kotoran, perabotan dan peralatan rusak, juga tempat tidur dan pakaian-pakaian yang kotor," lapor petugas kepolisian.
"Bau tidak sedap terasa sekali di tempat itu, dan tikus maupun serangga tampak berkembang biak di sana," lanjut laporan tersebut.
Diketahui kemudian, sang bocah malang juga ternyata tak pernah diimunisasi, tidak dimasukkan ke sekolah, serta hanya berhubungan dengan keluarga intinya itu di sepanjang umurnya yang singkat.
Dalam persidangan terbaru kasus ini kemarin, sang ibu yang berusia 42 tahun, dilaporkan mengaku bersalah sambil terisak-isak. Dia mengaku bersalah atas dua hitungan dakwaan perilaku tak bertanggung jawab yang berakibat fatal. Dakwaan ini sendiri, yang juga diberlakukan terhadap sang ayah (43 tahun) sebagai terdakwa kedua, berpotensi vonis hukuman penjara maksimal 5 tahun.
Kedua orang tua tak bertanggung jawab itu masih diminta untuk menghadiri persidangan lanjutan bulan depan. Identitas mereka sengaja tak disebarluaskan demi melindungi identitas anak mereka yang satu lagi. (News.com.au)
Berita Terkait
-
Kasus Suap Proyek Bekasi Melebar, Rumah Ono Surono Digeledah KPK
-
Viral Nakes Bikin Konten Joget saat Pasien Dioperasi
-
Tangis Amsal Sitepu Usai Divonis Bebas oleh Hakim
-
Viral Istri Nangis Histeris Mohon Pertahankan Pernikahan, Suami Cuek Kepincut SPG Toko HP
-
Ivan Gunawan ke Tasya Farasya: Lu Jadi Janda Happy Banget
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar