Suara.com - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. Itu dilakukan karena korupsi di Indonesia semakin parah.
"Saya pernah di pemerintahan, demi Allah saya tidak pernah korupsi. Kebocoran anggaran akibat dikorupsi, terjadi hampir di semua sektor dan sedikitnya menghabiskan Rp1.000 triliun per tahunnya," kata Prabowo dalam keterangan di Jakarta, Selasa (25/3/2014) kemarin.
Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh Papua Barat di kediamannya, Bogor, Jawa Barat, Prabowo menyatakan tekadnya untuk memberantas habis korupsi di Indonesia. Apapun dalil dan alasannya, korupsi merupakan kejahatan besar yang menghambat kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Berkali-kali Prabowo menyampaikan, sedikitnya Rp1.000 triliun rupiah uang rakyat habis dikorupsi oleh 'maling berjubah'. Sebab itu, apabila diberikan mandat untuk menjadi Presiden, dirinya bersumpah memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya.
Prabowo menambahkan, uang Rp 1.000 triliun setiap tahun harus bisa segera diselamatkan. Karena uang itu, dapat mengubah kemiskinan dengan kesejahteraan.
Caranya, dengan mengubah penyaluran dana Bansos sebesar Rp120 Triliun menjadi bentuk bantuan langsung sebesar Rp1 miliar per desa.
Melalui pemberantasan korupsi yang sampai akar-akarnya, Prabowo berjanji akan membangun sektor transportasi yang besar. Dengan demikian, ke depannya tidak ada lagi kesenjangan infrastruktur antar daerah.
"Papua dan Papua Barat juga perlu transportasi yang baik agar tidak ada lagi rakyat Papua yang terisolasi," ucapnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Sapa Titiek Soeharto di Depan Para Pejabat, Buat Gemuruh Tepuk Tangan Panjang
-
Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan
-
Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak
-
MK Minta Pemohon Uji Materi KUHP dan KUHAP Baru Cermati Gugatan Agar Tidak Bersifat Prematur