Suara.com - Sekretaris Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani menyatakan kesediaannya menjadi juru islah atas kisruh yang terjadi diinternal partainya, antara kubu Suryadharma Ali (SDA) dan Romahurmuziy (Romi).
“Mari duduk bersama, mari bicara bersama, tentunya dengan acuan Al Quran dan Al Hadits,” kata Ahmad Yani kepada suara.com, Senin (21/4/2014).
Ahmad Yani mengaku sangat memahami situasi dan kondisi yang mengakibatkan internal PPP kisruh. Ia mengungkapkan Mukernas II di Bandung, 7-9 Februari 2014, PPP memunculkan tujuh nama untuk didukung menjadi calon presiden (capres).
“Tujuh nama ini akan dimantapkan lagi setelah Pemilu Legislatif . Dari tujuh ini nama ini tidak ada Prabowo Subianto (capres dari Partai Gerindra),” kata Ahmad Yani.
Kendati demikian, kata Ahmad Yani, nama Prabowo tetap bisa masuk daftar capres PPP, asalkan melalui mekanisme partai terlebih dahulu.
Yang terjadi kemudian ialah sebelum ada kesepakatan bersama di internal PPP, SDA sudah mendukung Prabowo.
“Persoalannya berlanjut, didahului pemecatan yang dilakukan oleh SDA, kemudian dari kubu Romi juga menggelar Rapimnas kemarin,” katanya.
Ahmad Yani mengingatkan semangat awal PPP. Ia mengajak seluruh kader PPP bersatu.
“Waktu kita tinggal dikit. Suara kita di Pileg kemarin kan lumayan (sekitar tujuh persen). Mari duduk bersama dan membicarakan siapa yang akan kita dukung nanti. Kalau seandainya tidak beri dukungan ke siapa-siapa, kita bicarakan lagi apakah kita jadi penyeimbang. Biarkan orang lain bagi-bagi kekuasaan, PPP jadi penyeimbang,” kata Ahmad Yani.
Siang ini, Ahmad Yani berencana datang ke kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat, untuk membicarakan hal itu.
Diwartakan sebelumnya, SDA telah memecat dan merotasi beberapa petinggi PPP tingkat pusat dan wilayah. Ini merupakan buntut ketegangan di internal partai setelah kehadiran SDA di kampanye Prabowo. Setelah itu, PPP kubu Romi menyelenggarakan Rapimnas pada 19-20 April 2014 dan memutuskan untuk menonaktifkan SDA dari jabatan Ketua Umum DPP PPP.
Tag
Berita Terkait
-
Walau Sudah Diberhentikan, Suryadharma Ali Masih Boleh Datang ke DPP PPP
-
Buntut Kisruh PPP, Rapimnas Keluarkan Lima Keputusan Penting
-
Buntut Kisruh PPP, Emron Pangkapi Gantikan Posisi Suryadharma Ali
-
Hasil Rapimnas PPP: Suryadharma Ali Diberhentikan
-
Empat Masalah Penting yang Dibahas di Rapimnas PPP
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap