Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) prihatin atas penangkapan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Barat, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pada rapat pengurus harian DPP PPP tadi malam, seluruh peserta rapat mendoakan agar Rachmat Yasin tabah dalam menjalankan proses hukum yang dilakukan oleh KPK," kata fungsionaris DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz saat dihubungi di Jakarta, Kamis (8/5/2014), tentang penangkapan atas rekan satu partainya itu.
Petugas KPK menangkap Rachmat Yasin di kediaman pribadinya di Perumahan Taman Yasmin, Sektor II, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Rabu (7/5) sekitar pukul 19.00 WIB.
Sebelumnya pada sore harinya, petugas KPK menangkap Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin dan pegawai swasta FX Yohan di sebuah restoran di Sentul dan setelah dibawa ke salah satu kantor di kawasan itu, KPK menemukan uang miliaran rupiah.
Mereka ditangkap terkait kasus pemberian izin RUTR (Rancangan Umum Tata Ruang) kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur Petugas KPK juga memeriksa sopir dan ajudan Rahmat Yasin serta seorang staf perusahaan swasta sekitar pukul 21.00 WIB.
Irgan yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI berharap Rachmat Yasin tabah dan kuat menjalani pemeriksaan hukum di KPK.
Irgan menegaskan pemeriksaan hukum oleh KPK terhadap Rachmat Yasin adalah dalam kapasitas dia sebagai Bupati Bogor, bukan sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat.
"Tentu saja beliau sudah menyiapkan pengacara untuk mendampinginya," katanya.
Namun jika diperlukan, kata Irgan, DPP PPP tentu saja juga akan menyiapkan pengacara untuk mendampingi Rachmat Yasin dalam menjalani pemeriksaan dan proses hukum tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Gus Yaqut Bantah Rugikan Negara! Kebijakan Kouta Haji Diklaim Jadi Penyelamat Fiskal
-
Hakim Tolak Pengalihan Penahanan Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Yaqut Tegaskan Pembagian Kuota 50 Persen untuk Haji Khusus Demi Keselamatan Jemaah
-
Hakim Praperadilan Febrie Beri Peringatan: Jangan Ganggu Independensi Kami
-
Ngaku Sakit, Permohonan Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi Haji Asrul Aziz Ditolak Hakim
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN