Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera akan mendeklarasikan koalisi dengan Partai Gerindra, pekan depan. Juru bicara PKS Mardani Ali Sera mengatakan, hingga kini belum ada kesepakatan yang akan diajukan PKS kepada Gerindra terkait koalisi ini.
“Semuanya harus dibicarakan bersama dengan Gerindra. Jadi kami sama sekali belum membahas soal cawapres atau hal lainnya. Soal cawapres akan dibahas lagi setelah deklarasi,” kata Mardani kepada suara.com melalui sambungan telepon, Sabtu (10/5/2014).
Mardani menambahkan, PKS hampir pasti bukan satu-satunya parpol yang akan diajak koalisi oleh Partai Gerindra. Sesuai hitungan akhir KPU, jumlah suara yang diraih Gerindra dan PKS baru 19 persen. Untuk mengajukan capres-cawapres, minimal harus meraih 25 persen suara nasional.
“Kami juga akan mengajak parpol lain untuk bergabung, tetapi belum diputuskan parpol mana yang akan diajak. Soal itu masih harus dibahas lagi, intinya PKS sudah pasti akan koalisi dengan Gerindra,” ujar Mardani.
Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan sudah menyatakan akan bergabung dengan Partai Gerindra dalam menghadapi pemilu Presiden. Namun, keputusan itu dibatalkan oleh sejumlah pengurus DPP PPP. Mereka menilai, pernyataan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali tentang koalisi bersama Gerindra merupakan keputusan sepihak.
Parpol yang berpeluang besar untuk diajak bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS adalah Partai Amanast Nasional. Gabungan Gerindra-PKS-PAN sudah mencukupi untuk mengajukan pasangan capres-cawapres. Jumlah suara ketiga parpol tersebut apabila digabungkan yaitu 26 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok