Suara.com - Jaksa penutut umum Korea Selatan mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Yoo Byung-eun, ayah dari pemilik kapal Feri Sewol yang tenggelam bulan lalu.
Surat penangkapan dikeluarkan karena Yoo tidak hadir saat akan dimintai keterangan terkait musibah tersebut. Kapal feri Sewol tenggelam bulan lalu dan menewaskan lebih dari 200 orang.
Yoo adalah pemimpin kelompok agama, juru foto dan juga pengusaha sukses dan pernah dituduh melakukan penipuan. Meski tidak punya hubungan langsung dengan perusahaan Chonghaejin Marine Co yang merupakan operator Feri Sewol, namun anak Yoo adalah pengendali perusahaan tersebut melalui sejumlah perusahaan induk.
Lima karyawan Chonghaejin sudah ditahan aparat kepolisian karena didakwa melakukan tindakan kriminal dan kelalaian. Pemeriksaan yang dilakukan polisi mengarah ke keluarga Yoo dan juga kemungkinan muncul dakwaan lain yaitu penyimpangan pembayaran pajak dan penipuan.
Hingga kini, keberadaan Yoo (73 tahun) tidak diketahui. Namun, ada kekhawatiran keputusan untuk menangkap Yoo akan menuai protes dari jemaat gereja yang dipimpin oleh Yoo. Ratusan pengikut Evangelical Baptist Church of Korea berkumpul di Anseoung, sebelah selatan kota Seoul. Yoo diduga disembunyikan oleh jemaatnya di sana. (AFP/CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF
-
Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan
-
Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon
-
Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai