Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan memanggil ulang Kepala Sekolah Playgroup Saint Monica yang mangkir untuk memberikan keterangan hari ini terkait dugaan aksi kekerasan seksual yang dilakukan guru sekolah tersebut.
"Sebenarnya hari ini pukul 10.00 WIB, tapi sampai sekarang pihak sekolah belum juga datang dan soal ketidakhadirannya tidak ada konfirmasi dari pihak sekolah. " tulis Rita Pranawati saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/5/2014).
Rita menyatakan belum mengetahui jadwal lanjutan untuk meminta keterangan kepada pihak sekolah. Tapi dia memastikan mereka akan dipanggil seperti halnya saat memeriksa Kepsek JIS Pondok Indah.
Kejadian pelecehan seksual di Sekolah Play Group Saint Monica diduga dilakukan oleh guru ekskul tari berinisial S terhadap L (3,5). Peristiwa tersebut terjadi enam bulan lalu dan dilakukan di dalam ruangan kelas.
Penyidik Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini menyita CCTV di lingkungan Play Group Saint Monica Sunter, Jakarta Utara. Langkah ini untuk membantu proses penyelidikan kasus kekerasan seksual yang dialami anak play group berinisial L (3,5).
“Kami mau menyita CCTV sekolah, untuk melihat apakah ada bukti yang terekam tentang kejadian tersebut,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Polda Metro Jaya, Jumat (16/5/2014).
Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga saksi kasus tersebut, yakni ibu korban dan dua guru. Tapi, guru berinisial S yang diduga menjadi pelaku kejahatan seksual belum diperiksa penyidik.
“Untuk yang dilaporkan, saudara S belum dilakukan pemeriksaan karena masih mengumpulkan saksi dan bukti,” kata Rikwanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan