Suara.com - Bripka MM (44), oknum anggota Brimob Polda Sumatera Utara yang desersi, bersama rekannya berinisial ASP (33), dilaporkan telah merampok sepeda motor milik korban Ilham (20) dan Adem (21), warga Jalan Sutomo Medan dan Secanang Belawan, Selasa (3/6/2014).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, AKP Syarifur Rahman, pelaku MM adalah warga Pelita Kompleks Asrama Hong, sementara ASP adalah seorang sekuriti, warga Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Keduanya melakukan kejahatan dengan menggunakan modus menjebak kedua korban.
Dipaparkan Rahman, kedua pelaku menuduh bahwa Ilham dan Adem memiliki ganja yang telah disiapkan, yang saat itu tergeletak di tanah. Kedua korban kontan menolak, sehingga terjadilah pertengkaran mulut di antara kedua belah pihak.
"Saat korban lengah, di situlah tersangka berkesempatan membawa lari sepeda motor tersebut," jelas Rahman tentang peristiwa yang terjadi di Jalan Pasar Mangga, Kecamatan Medan Timur itu.
Rahman menyebutkan pula bahwa dari keterangan pelaku ASP, dia baru dua kali melakukan tindak pencurian sepeda motor (curanmor). Namun menurut Rahman, saat ini penyidik masih terus memeriksa tersangka dan mengembangkan kasus curanmor tersebut.
"Sedangkan onum Bripka MM telah diserahkan ke Markas Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim Medan," katanya, sembari menyebutkan bahwa barang bukti (BB) berupa pisau, ganja, juga sepeda motor Suzuki Satria FU bernomor polisi BK 3445 AEG, telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. (Antara)
Berita Terkait
-
Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas
-
Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas
-
Terekam CCTV Polisi Tembak Remaja di Makassar, Korban Meninggal Dunia
-
Riwayatnya Lenyap Dalam Dekapan Rajah, dan dalam Hunusan Peluru
-
Betrand Tewas Ditembak, Polisi Klaim Tidak Sengaja
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Gagal Salip Bus dari Kiri, Pemotor Tewas Hantam Separator Jalur TransJakarta Kampung Melayu
-
Kecelakaan TransJakarta di Gunung Sahari: Pemotor Tewas Usai Nekat Terobos Jalur Busway
-
Sidang Praperadilan Yaqut, Pakar Hukum Kesulitan Maknai Kedudukan Pimpinan KPK dalam UU KPK Baru
-
Kemenpar Sebut Pariwisata Bali Tetap Stabil di Tengah Dinamika Geopolitik Global