Suara.com - Supermarket Woolworth di Australia mendapat kecaman dan protes karena memasang display poster promosi bertuliskan ‘Happy Ramadan’ dari para konsumennya.
Woolworth sengaja membuat promosi di 239 gerai di sejumlah wilayah yang banyak ditinggali populasi Muslim dan tersebar di Australia.
Promosi itu diletakan di koridor buah-buahan dan penganan kacang selama bulan suci Ramadan pada jam-jam berpuasa, namun sejumlah konsumen memprotesnya dan menyebut kalau promosi itu “ngga Australia banget”.
Dalam laman Facebook supermarket, seseorang menuding supermarket itu sebagai “kepanjangan tangan minoritas”.
Yang lainnya bahkan menulis: “Saya menganggap promosi ini penghinaan, sebagai warga Australia dan sebagai perempuan”.
Juru Bicara Woolworth, Russel sMahoney mengungkapkan pihaknya memang sengaja berpromosi di ratusan toko jaringan Woolworth.
“Kami merayakannya seperti hari kebesaran internasional lainnya sebagai dukungan keberagaman di Australia,” katanya.
Dia menyebut hampir disemua hari besar, termasuk Diwali dan Imlek.
Dewan Islam Negara Bagian Vitoria, Ghaith Krayem, menyambut promosi Woolworth itu dan menyebut mereka yang menentang karena tidak mengerti.
“Ramadan itu adalah waktu kita berefleksi dan pembaharuan, dan mungkin ini juga waktu buat kita terbuka ketimbang saling menyingkirkan,” serunya. (News.com.au)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis