Suara.com - Juru bicara Joko Widodo-Jusuf Kalla, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Hari Santri Nasional yang digagas Capres nomor urut dua mendapat respons positif dari kalangan pesantren di Jatim.
"Respons para kiai dan santri di mana-mana bagus sekali. SMS yang masuk ke HP saya juga bagus semua. Semua memuji ide itu," katanya dalam keterangan resmi dari Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2014).
Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurarhman Wahid (Gus Dur) itu mengemukakan hal tersebut dalam acara buka puasa bersama perempuan Muslim di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (4/7).
Menurut Khofifah, respons positif itu didapat dari perjalanan jauh yang dilakukannya dan bertemu banyak kalangan santri, bahkan mereka memuji bahwa ide Joko Widodo itu sangat luar biasa.
"Karena itu, Fahri Hamzah (politisi PKS yang menilai Hari Santri Nasional sebagai ide sinting) harus segera meminta maaf ke Joko Widodo dan masyarakat santri, jika memang dia khilaf. Kalau memang panik, jangan lantas mereduksi pikiran genuin kandidat lain," katanya.
Mantan ketua Korp PMII Putri itu menambahkan situasi lapangan sekarang kian membaik untuk keunggulan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Insya-Allah membawa berkah buat masyarakat," katanya.
Sementara itu, ratusan santri dari Tulangan, Sidoarjo, yang tergabung dalam Aliansi Santri Jawa Timur kembali mendatangi Kantor DPW PKS Jatim di Jalan Gayungan Surabaya, Jumat (4/7) sore.
Mayoritas santri yang berasal dari Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo, itu dipimpin Zainuddin yang merupakan alumni Pesantren Lirboyo, Kediri selaku koordinator Aliansi Santri Jawa Timur.
"Dalam sejarah, santri merupakan salah satu golongan yang turut memperjuangkan kemerdekaan. Salah satu bentuknya adalah Resolusi Jihad," kata Zainuddin.
Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) itu direspons para santri dengan berperang melawan Belanda dan sekutu dengan harapan dan iming-iming pahala mati syahid.
Namun, peran sentral ulama-santri pada masa revolusi kemerdekaan saat ini telah dipinggirkan. Perjuangan para santri di medan perang tidak pernah diakui.
"Sangat ironis, ketika ada salah satu capres yang akan memperjuangkan hari santri untuk mengenang jasa para ulama dan santri justru dianggap ide sinting, bahkan pihak PKS dan Tim pemenangan Prabowo-Hatta yang mengklaim didukung oleh para santri dan kiai juga terkesan membiarkan penghinaan Fahri Hamzah itu," katanya.
Padahal, aksi belasan santri Surabaya pada Kamis (3/7) sempat diterima Kabid Humas PKS Jatim, Shiddiq Baihaqi, yang berjanji akan menerima aspirasi demonstran dan akan menyampaikannya ke pusat, namun hingga kini belum ada respons.
Pilpres 2014 yang berlangsung pada 9 Juli akan diikuti dua pasangan calon yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
SBY Absen Upacara di Istana, Jokowi-Megawati Hadir?
-
Bambang Harymurti Wanti-wanti RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Senjata Politik
-
Jokowi Masih 'Lengket' di Hati Rakyat, Akankah Jadi Bayang-bayang bagi Pemerintahan Prabowo?
-
Gus Yaqut Tegaskan Kuota Haji Tambahan 20 Ribu Adalah Instruksi Langsung Jokowi
-
Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci
-
Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen