Suara.com - Rekapitulasi perhitungan suara di Provinsi Bali pasangan calon nomor urut dua Joko Widodo-Jusuf Kalla menang telak atas pasangan calon nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Dari hasil rekapitulasi nasional di Bali, Jokowi-JK meraih suara 1.535.110, sedangkan Prabowo-Hatta memperoleh 614.241 lembar surat suara. Adapun suara sah terhitung sebanyak 2.149.351 dari pengguna hak pilih total di Bali 2.167.221 pemilih.
Kemenangan Jokowi-JK di Bali sebelumnya sudah seperti perkiraan sejumlah pengamat dan hitung cepat, mengingat Bali merupakan kantong suara PDI Perjuangan yang paling besar.
Tak puas dengan hasil itu, saksi pasangan Prabowo-Hatta, Rambe K Jaman, menuding adanya kecurangan terstruktur dan masif terjadi di beberapa kabupaten di Bali.
Dia menyebutkan, diantaranya Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Gianyar, dimana formulir C1 Plano sudah keburu ditandatangani selagi penghitungan masih berlangsung.
"Ini masalah yang paling terang benderang, yang tidak sah, itu modelnya bagaimana. Apakah dirusak? Ini harus kita kaji lebih dalam," kata Rambe K, sebelum pengesahan rekapitulasi suara di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Sementara saksi dari pasangan no urut dua, Ferry Wibowo menyampaikan, sudah bukan tempatnya lagi untuk membahas kesalahan atau kekeliruan Permasahan di TPS pada rekapitulasi nasional.
"Panwaslu tidak pernah menerima laporan, seperti penggerakan PNS itu tidak pernah terbukti. Semenjak awal keterlebitan PNS dalam pemilu pilpres kali ini menjadi konsem kami, jadi kami benar-benar menyorot masalah ini," ujar Nelson.
"Jadi pleno di Nasional hanya menfinalisasi rekapitulasi suara, yang saya kira ini adalah rangkaian yang tidak terpisah," pungkasnya.
Sedangkan Anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak menyampaikan, laporan dari pihak Prabowo mengenai indikasi kecurangan tidak benar dan tidak terbukti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Jelang Dilantik, Mayjen TNI Trenggono Pilih Pensiun Dini Demi Tugas di Badan Gizi Nasional
-
Perkuat Sistem Keamanan, DPRD DKI Dukung Integrasi CCTV Lintas Instansi
-
Siap Bernyanyi! Sony Sanjaya Ajukan JC, Seret 20 Nama Lebih di Kasus Korupsi MBG
-
Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman
-
Baru Dilantik, Suhud Alynudin Bongkar Kondisi APBD Jakarta: Masih Defisit, Perlu Cari Cuan!
-
Dilantik Sore Ini, Kepala BGN Nanik S. Deyang Tiba di Istana
-
Paspor Berserakan di Dekat Halte BSD, Imigrasi Tangsel Telusuri Pemiliknya
-
Jukir Liar Jakarta Tak Cuma Dirazia: Bakal Dilatih Kerja atau Dipulangkan ke Kampung!
-
Pemprov Jabar Percepat Pembangunan TPPAS Legok Nangka, Solusi Jangka Panjang Kelola Sampah Regional
-
Siapa yang Bocorkan? Jukir Liar di RSCM Selalu Kabur Lebih Dulu Sebelum Razia Dishub