Suara.com - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif menilai, Bupati Kudus Musthofa memenuhi syarat untuk dipertimbangkan masuk kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
"Sudah sangat jelas, dan saya rasa dia memenuhi syarat menjadi menteri," ujar Syafii, ketika ditanya soal peluang Bupati Kudus menjadi calon menteri, di sela-sela acara Tablig Kebangsaan di Kudus, Kamis (16/10/2014).
Hanya saja, kata Syafii pula, dirinya tidak mengetahui apakah Musthofa sendiri bersedia atau tidak masuk kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Sebelumnya, Syafii sempat menyebutkan beberapa contoh kepala daerah yang menonjol karena menurutnya memiliki semangat petarung, seperti halnya Jokowi saat menjabat Wali Kota Solo. Mereka antara lain adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, serta Bupati Kudus Musthofa.
Sementara itu, Musthofa sendiri ketika dimintai tanggapannya soal penilaian Syafii Maarif, mengaku merasa terhormat dan merespons positif. Dia pun mengatakan, jika mendapatkan kesempatan lebih baik dalam melayani yang lebih besar dan sepanjang menjadi tugas negara, itu akan dilaksanakannya sebaik mungkin.
"Hal itu tentunya jika Tuhan mengizinkan, serta pemerintahan Jokowi-JK juga berkenan," ujarnya.
Terkait syarat tambahan yang diajukan Syafii untuk calon menteri, yaitu harus memiliki jiwa patriot petarung, Musthofa mengaku melihatnya sebagai sebuah peluang, di mana ia ingin bekerja dan membuktikan kepada publik.
Selama menjabat Bupati Kudus hingga dua periode, Ketua DPC PDIP itu memang juga dikenal berupaya merangkul pedagang kaki lima (PKL) agar lebih maju dan berkembang. Hal itu dimulainya dari PKL sekolah, hingga yang berjualan di tepi jalan.
Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga menggelar acara "Gebyar PKL" untuk memberi kesempatan kepada pelaku usaha kecil tersebut berpromosi. Sementara, PKL yang berjualan di tempat-tempat terlarang, juga mendapat pembinaan dengan menyiapkan lahan yang bisa ditempati untuk berjualan. [Antara]
Berita Terkait
-
Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat
-
Habiburokhman Ungkap Alasan Kuat Program MBG Masuk Pos Pendidikan: Siswa Adalah Bagian Terpenting
-
Megawati Kirim Surat Duka Cita untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Soroti Serangan Militer AS-Israel
-
Seskab Teddy: THR ASN dan TNI-Polri Cair 100 Persen, Swasta Dilarang Mencicil
-
PDIP Ungkap Alasan Megawati Tak Hadiri Pemakaman Try Sutrisno
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
-
Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global
-
Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
-
Suasana Hangat Bukber Istana: Prabowo Salami Ulama dan Cium Tangan Kiai Nurul Huda Djazuli
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta