Suara.com - Beragam peristiwa politik selalu terjadi di berbagai belahan dunia setiap waktu, kendati tidak semua bermakna besar apalagi memiliki dampak signifikan. Dalam hal ini, bisa dipahami bahwa banyak peristiwa politik, bahkan juga sosial dan ekonomi, melibatkan beberapa negara besar khususnya yang memiliki pengaruh di peta perpolitikan dunia. Namun sebaliknya, rangkaian peristiwa juga seakan mengikuti "tren"-nya sendiri, mulai dari masalah minyak, terorisme, hingga rasisme dan lain-lain.
Berikut beberapa peristiwa penting yang dinilai memiliki nuansa politis, serta dianggap penting dan cukup "menghebohkan", yang menjadi pilihan dan dicatat Suara.com pada tahun ini:
-Masalah Rusia-Ukraina
Awalnya hanyalah pergantian presiden di Ukraina pada akhir Februari lalu, yang berlanjut dengan unjuk rasa pro-Rusia, sebelum lantas diikuti dengan klaim wilayah Krimea (Ukraina) oleh Rusia. Dengan ketegangan yang meningkat antara Ukraina-Rusia, sebuah referendum pun digelar pada Maret, di mana hasilnya menyebutkan warga Krimea memilih berada di bawah Rusia.
Amerika Serikat (AS), NATO, juga Uni Eropa khususnya, menyatakan tidak setuju dan tidak mau mengakui hasil referendum itu. Sanksi pun lantas diberikan kepada Rusia, yang seakan membawa kembali "aroma perang dingin" ke tahun 2014. Sementara itu, pihak Ukraina pun melakukan perlawanan terhadap Rusia, yang berlanjut dengan ketegangan antara kedua pihak --hingga saat ini.
[Baca: Referendum Krimea]
-AS dan koalisinya kembali ke Irak
Ini merupakan semacam "edisi terbaru" perang melawan teror yang digaung-gaungkan dan dijalankan oleh AS. Belum lama mengumumkan bakal menarik habis pasukannya di Afghanistan, Barack Obama pada pertengahan Juni 2014 justru menegaskan bahwa militer AS siap kembali terjun ke Irak dan sekitarnya.
Keputusan dan pernyataan Obama itu menyusul peningkatan aktivitas kelompok militan Sunni yang menamai dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIL/ISIS), yang tak lama memang segera diwujudkan oleh AS bersama sekutunya. Selain tentara Irak dan pejuang Kurdi, plus beberapa negara sekitar yang ikut terjun, AS antara lain dibantu Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Spanyol, Belgia, Kanada, Denmark, Australia, Italia, Turki dan lain-lain. Hingga saat ini, perang itu pun masih berlangsung.
[Baca: Pernyataan Obama soal ISIS]
-Raja baru Spanyol
Spanyol resmi memiliki raja baru pada tahun ini, meski peristiwa ini sendiri sebenarnya tidak tergolong heboh. Walau demikian, peristiwa ini tergolong langka dan historis, karena Raja Juan Carlos I yang memerintah sebelumnya telah bertahta selama hampir 39 tahun, sejak diktator Jenderal Francisco Franco meninggal pada November 1975. Penobatan anak Juan Carlos yang disebut sebagai Raja Felipe VI, ini dilakukan pada 19 Juni 2014. Acara penobatan sendiri digelar secara sederhana, di mana turut mendampingi istrinya, Ratu Letizia, sosok yang sebelumnya pernah menjadi jurnalis.
[Baca: Raja Baru Spanyol]
-Aksi protes Hong Kong
Kawasan Asia ikut menjadi salah satu sorotan dan pusat pemberitaan pada tahun ini, khususnya dalam wujud sebuah rangkaian aksi unjuk rasa besar-besaran. Rangkaian aksi damai yang dilakukan oleh pelajar, pemuda dan (kemudian) warga Hong Kong itu diarahkan pada pemerintahan Cina yang dinilai "bermain-main" dengan janji awal mereka untuk mendukung demokrasi di Hong Kong. Revolusi Payung, demikian nama yang diberikan untuk pergerakan ini.
[Baca: Demo Hong Kong]
-Rangkaian protes rasisme di AS
Sudah lama sekali sejak dihapuskannya perbudakan, AS tampaknya seolah masih tidak putus diterpa masalah rasisme. Ada dua rangkaian peristiwa penting tahun ini yang melibatkan warga kulit hitam, yang memicu sejumlah gerakan protes berbuntut kerusuhan terkait hal itu. Yang pertama adalah tewasnya Eric Garner di New York pada Juli, dan berikutnya penembakan Michael Brown di Ferguson, Missouri, pada Agustus.
Adalah kasus Ferguson yang lebih dulu memicu rangkaian protes dan kemudian kerusuhan, pada November lalu. Aksi massa terutama dipicu dibebaskannya polisi pelaku penembakan oleh lembaga peradilan. Hal serupa terjadi pada Desember terhadap polisi yang menyebabkan tewasnya Garner lewat cekikan, yang juga segera memicu unjuk rasa, bentrok dan kekacauan.
[Baca: Bentrok Protes Ferguson]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Amnesia Pasca Kecelakaan? Misteri Kelam dalam Novel Ketika Sukma Terjaga
-
'Enough is Enough!', IDAI Desak Kasus Keracunan MBG yang Terus Berulang Dihentikan
-
Promo Spesial Waroeng Steak Pakai QRIS BRI, Cashback Langsung Ditransfer ke Rekening!
-
Konsumsi Daging di Jawa Menggila, Ternak Terbatas, Selandia Baru Siap Ekspor Sperma Sapi ke Jogja
-
Gumpalan Berbercak Darah Ditemukan di Parit, Polisi Lakukan Ekshumasi di Madiun
-
Promo Makan di Yoshinoya, Dapatkan Cashback Langsung dari BRI
-
Viral Wanita Ngamuk Tuduh Bocah Laki-laki 4 Tahun Sentuh Bokongnya di China
-
Sempat Dikira Titik Terang, Temuan Pelampung Dipastikan Bukan Milik Kapal Jurnalis Hilang
-
Karhutla Bromo Meluas ke Bukit Teletubies, Petugas Berpacu dengan Angin dan Medan Curam
-
GWM Luncurkan Wey G9 Hi4 dengan Pilihan Mesin Hybrid dan Plug-in Hybrid