Suara.com - Sejumlah keluarga penumpang AirAsia QZ8501 dipaksa untuk meninggalkan hotel tempat mereka menginap di dekat bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
Laman Straittimes menulis, sejumlah keluarga penumpang AirAsia diusir dari Hotel Halogen.
Staf hotel secara sepihak membawa keluar semua barang milik keluarga penumpang AirAsia tersebut dari kamar tanpa memberikan informasi terlebih dahulu. Keluarga penumpang AirAsia mengaku kecewa karena maskapai asal Malaysia itu sudah berjanji akan memberikan akomodasi.
Namun, keluarga justru menemukan barang-barang mereka sudah dikeluarkan oleh staf hotel dan diletakkan di lobi. Manajemen hotel mengaku sudah memberitahu AirAsia bahwa keluarga penumpang pesawat QZ8501 itu hanya bisa menginap sampai hari Kamis (1/1/2015).
Bos AirAsia Indonesia Sunu Widiatmoko mengaku, pihaknya kesulitan untuk mencari hotel yang kosong selama libur tahun baru. Insiden ini terjadi ketika tim SAR tengah berusaha mengevakuasi jenazah penumpang QZ8501. Hingga hari, sudah 9 jenazah yang ditemukan.
Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak setelah lepas landas dari bandara Juanda, Surabaya pada hari Minggu lalu. Dua hari lalu, tim SAR menemukan serpihan pesawat itu di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. (IBTimes/StraitTimes)
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004