Suara.com - Kenneth Ireland, seorang lelaki asal Connecticut, Amerika yang telah menghabiskan waktu 21 tahun di penjara karena kesalahan vonis sebagai pemerkosa dan pembunuh, mendapat ganti rugi enam juta dolar Amerika atau lebih dari Rp60 milia.
Kenneth yang dinyatakan bersalah ketika berumur 18 tahun atas pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang perempuan, dibebaskan pada 2009 setelah pemeriksaan DNA membuktikan kalau dia tidak bersalah.
Pemeriksaan tersebut langsung mengarah pada hukuman terhadap Kevin Benefield yang mengenal korban, Barbara Pelkey. Benefield akhirnya diganjar hukuman 60 tahun penjara.
Ireland yang kini sudah berumur 44 tahun, melalui kantor pengacaranya, William Bloss, Kamis (29/1/2015), mengatakan bahwa ganti rugi itu sebagai jaminan keamanan dan akan digunakan untuk berkeliling dunia.
"Saya sedang mencoba memikirkan semua yang terjadi,” kata Kenneth seperti dilansir Reuters.
Pembayaran ganti rugi ini merupakan yang pertamakali diberikan oleh kantor pemerintah Komisaris Tuntutan negara bagian tersebut, sejak pemberian ganti rugi disetujui dewan legislatif pada 2008.
"Dia mengalami 21 tahun kekerasan, malam-malam sulit tidur dan terus menerus cemas serta tanpa harapan bahwa ia akan meninggal di dalam penjara sebagai orang tak bersalah," tulis Komisaris Tuntutan J. Paul Vance dalam laporannya.
"Saya meminta maaf kepada Tuan Ireland atas beban yang terpaksa harus diembannya dan saya berdoa untuk yang terbaik baginya," tulis Vance. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim