Suara.com - Angota Komisi III DPR Arsul Sani mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) proaktif membentuk komite etik, menyusul klaim adanya foto Ketua KPK Abraham Samad dengan politisi PDI Perjuangan.
"Mestinya pengawasan internal KPK ini aktif, proaktif. Jadi jangan memperlakukan dugaan pelanggaraan kode etik ini sebagai delik biasa. Delik aduan, jadi menunggu ada aduan dulu, baru diproses," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/2/2015).
Menurutnya, jika KPK tidak proaktif membentuk komite etik, malah akan terkesan KPK melindungi pimpinannya.
Karena itu, dia mengatakan sudah saatnya pengawasan internal dan pimpinan KPK berinisiatif untuk membentuk komite etik yang bisa diambil dari internal serta eksternal KPK.
"Kalau tidak kan terkesan melindungi, yang kedua terkesan apapun yang mengkritisi mempersoalakan pimpinan KPK dianggap sebagai mempersoalkan KPK, padahal itu hal yang harus dibedakan," imbuhnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR, Syarifudin Sudding, mengatakan, KPK harus segera mengambil sikap dengan adanya informasi ini untuk membentuk komite etik.
"Sepanjang ada laporan yang disampaikan bisa menjadi bukti awal, bisa gimana Komite etik bekerja sepanjang tidak ada bukti awal," katanya.
Untuk diketahui, PDI Perjuangan mengungkapkan foto terbaru pertemuan Ketua KPK Abraham Samad membahas posisi bakal calon Wakil Presiden.
Pertemuan itu terjadi di kawasan Patal Senayan. Salah satu fotonya, Abraham tampak bersama dengan anak petinggi TNI berinisial RNH.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Prabowo Naikkan Gaji Hakim untuk Cegah Penegak Hukum Korupsi, Eks Ketua KPK: Tak Sesederhana Itu
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!
-
6 Fakta Tawuran 400 Anggota Gangster di Cibinong, Hingga Rudy Susmanto Turun Tangan Jam 3 Pagi
-
Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran
-
Nahdliyin Kebumen di Muktamar NU: Jangan Jadi Pemimpin yang Berjarak dengan Umat
-
Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum
-
Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini
-
Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!
-
Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia
-
KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional
-
Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU