News / Nasional
Senin, 02 Februari 2015 | 13:53 WIB
Abraham Samad bersama petinggi TNI yang dekat dengan PDI Perjuangan.

Suara.com - Angota Komisi III DPR Arsul Sani mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) proaktif membentuk komite etik, menyusul klaim adanya foto Ketua KPK Abraham Samad dengan politisi PDI Perjuangan.

"‎Mestinya pengawasan internal KPK ini aktif, proaktif. Jadi jangan memperlakukan dugaan pelanggaraan kode etik ini sebagai delik biasa. Delik aduan, jadi menunggu ada aduan dulu, baru diproses," kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/2/2015).

Menurutnya, ‎jika KPK tidak proaktif membentuk komite etik, malah akan terkesan KPK melindungi  pimpinannya.

Karena itu, dia mengatakan sudah saatnya pengawasan internal dan pimpinan KPK berinisiatif untuk membentuk komite etik yang bisa diambil dari internal serta eksternal KPK.

"Kalau tidak kan terkesan melindungi, yang kedua terkesan apapun yang mengkritisi mempersoalakan pimpinan KPK dianggap sebagai mempersoalkan KPK, padahal itu hal yang harus dibedakan," imbuhnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR, Syarifudin Sudding,  mengatakan, KPK harus segera mengambil sikap dengan adanya informasi ini untuk membentuk komite etik.

"Sepanjang ada laporan yang disampaikan bisa menjadi bukti awal, bisa gimana Komite etik bekerja sepanjang tidak ada bukti awal," katanya.

Untuk diketahui, PDI Perjuangan mengungkapkan foto terbaru pertemuan Ketua KPK Abraham Samad membahas posisi bakal calon Wakil Presiden.

Pertemuan itu terjadi di kawasan Patal Senayan. Salah satu fotonya, Abraham tampak bersama dengan anak petinggi TNI berinisial RNH.

Load More