Suara.com - Deputi Pencegahan yang juga Juru Bicara KPK Johan Budi menantang agar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan bukti langsung dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Ketua KPK Abraham Samad.
Hasto, menurut Johan, semestinya memberikan bukti itu kepada KPK ketimbang DPR agar lembaga anti rasuah itu bisa mengujinya dengan membentuk komite etik.
“Karena itu informasi Hasto ke DPR, seharusnya informasi itu disampaikan ke KPK,” seru Johan dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/2/2012).
“Tapi sampai hari ini KPK belum menerima informasi dan data yang dituduhkan kepada pimpinan KPK, ternmasuk Pak Abraham Samad, yang kemarin disampaikan Hasto di depan Komisi III,” sambung Johan lagi.
Kata Johan, laporan itu sangat dibutuhkan kendati harus diveluasi terlebih dahulu apakah mengandung kebenaran atau tidak.
Dengan tidak adanya bukti awal, menurut Johan, KPK akan kesulitan untuk memulainya termasuk rekomendasi pembentukan Komosi Etik untuk mengadili Abraham Samad.
Hasto sebelumnya menuduh Abraham Samad melanggar etika dan UU KPK karena bertemu sebanyak enam kali dengan tim sukses Jokowi selama berlangsungnya Pilpres 2014.
Samad diduga mengutus dua orang untuk melobi posisi cawapres.
Berita Terkait
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim
-
KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik
-
KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua