Suara.com - Anggota DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani meminta supaya Polri melakukan pemeriksaan terhadap Pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan Abraham Samad, serta Penyidik KPK Novel Baswedan dengan baik.
Menurutnya, perlakuan baik ini supaya tidak memperkeruh suasana yang sudah mendingin antara KPK-Polri.
"Memang polisi punya wewenang untuk menyidik dan menyelidiki kasus ini. Tapi karena menyangkut kelembagaan, yang baru saja ada gesekan dan saat ini sudah dingin, diharapkan polisi melakukan kewenangannya dengan tidak melanggar hukum," kata Arsul saat dihubungi suara.com, Jakarta, Selasa (24/3/2015).
Menurutnya, upaya paksa baru bisa dilakukan saat tersangka melakukan menghilangkan alat bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatannya. Jika melakukan ketiga hal itu, baru bisa dilakukan upaya paksa.
Di sisi lain, KPK, menurut Arsul harus memonitoring kasus ini. Namun, tidak perlu turut campur langsung karena Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sudah bukan bagian dari KPK lagi.
"KPK sebagai lembaga tidak usah ikut campur, KPK bisa monitoring dan memberikan bantuan hukum yang memadai," kata Arsul.
Berita Terkait
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total