Suara.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain mengatakan pemberantasan korupsi tidak bisa dilawan dengan cara biasa mengingat penyebaran virus korupsi semakin masif dan terstruktur.
Zulkarnain pada Festival Film Antikorupsi atau Anti Corrption Film Festival (ACF Feest) 2015 di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa, (3/3/2015) mengatakan, pencegahan dan pemberantasan korupsi perlu dilakukan dengan cara yang luar biasa.
Ia mengatakan laporan dugaan korupsi yang masuk ke KPK kini terus mengalami kenaikan, pada 2012 mencapai 6.000 dan 2013 naik menjadi 7.000, sedangkan 2014 meningkat sampai 8.000 laporan yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia.
Dikatakan, laporan dugaan korupsi yang masuk ke KPK itu sebagian besar menyangkut masalah pertambangan yang berada di luar Jawa. "Untuk laporan mengenai izin pertambangan yang diduga bodong itu mencapai 4.880 kasus," katanya.
Zulkarnain menambahkan, itu belum yang lainnya seperti mengenai adanya dugaan penyimpangan dalam memberikan pelayan publik seperti Kartau Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), pernikahan, semua ini masih perlu mendapat penanganan yang lebih baik lagi.
“Kemudian juga menyangkut mengenai masalah batas negara yang ada di laut dan lain-lain. Semua itu perlu mendapat perhatian agar negara ini bisa lebih baik lagi,” katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan
-
Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak
-
Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN Signature Berisi Tumpukan Dolar AS-SGD, Nilainya Fantastis!
-
Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
-
Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
-
MPR dan MK Bahas Amandemen UUD 1945 Jelang Sidang Tahunan
-
Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu
-
Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di Cafe de'CLAN Signature
-
Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar
-
Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR