Suara.com - Kementerian Luar Negeri masih berusaha mencari 21 warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal penangkap ikan Taiwan yang hilang kontak di sekitar Kepulauan Falkland ketika sedang berlayar dari Atlantik Selatan menuju Taiwan.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan pemerintah sudah mendapatkan nama lima perusahaan Indonesia yang merekrut anak buah kapal penangkap ikan Taiwan itu.
"Kami dari kemarin sudah ada perkembangan. Nama-nama perusahaan itu sudah kami peroleh, kemudian kami sudah langsung mengontak agensi-agensi yang mempekerjakan ABK kita yang berjumlah 21 orang," kata Retno di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Kementerian Luar Negeri, menurut dia, sedang melakukan pertemuan dengan lima perusahaan perekrut anak buah kapal dan terus berkoordinasi dengan perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei.
Ia mengatakan Kementerian Luar Negeri juga sudah meminta KDEI segera menemui para penjaga pantai di Taiwan untuk mencari informasi tentang perkembangan pencarian kapal penangkap ikan yang hilang tersebut.
"Jadi, biar kita dari sini juga bisa segera ikut bergerak," tutur dia.
Selain itu, kata Retno, Kementerian Luar Negeri sudah menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di London, Inggris, dan Buenos Aires, Argentina, untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai keberadaan terakhir kapal Taiwan di sekitar Kepulauan Falkland.
"Karena wilayah Inggris dan Argentina dekat dengan Kepulauan Falkland. Jadi kita menyampaikan, kalau ada informasi mengenai keberadaan kapal tersebut tolong segera disampaikan ke kami," kata dia.
"Jadi secara sekaligus kami mencoba mendapatkan informasi sebanyak mungkin meliputi berbagai macam lini untuk bisa memperoleh kabar yang lebih jelas soal kapal itu dan nasib ABK kita seperti apa," kata Retno.
Pemerintah, ia menjelaskan, juga akan berkoordinasi dengan otoritas Argentina dan Inggris supaya bisa mendapat informasi soal keberadaan kapal penangkap ikan milik Taiwan itu.
"Kami meminta kalau ada informasi keberadaan soal kapal tersebut, tolong segera disampaikan ke pemerintah Indonesia, karena sebagian besar awaknya adalah orang Indonesia. Jadi pesan itu sudah kami sebar ke semua pihak terkait," katanya.
Berdasarkan informasi dari KDEI di Taipei, menurut dia, sampai sekarang status kapal Taiwan itu belum disampaikan secara resmi.
Otoritas Taiwan berjanji mencari kapal Hsiang Fu Chuen yang membawa 49 awak kapal, termasuk 21 WNI, yang hilang di Samudera Atlantik pada 26 Februari 2015 pukul 03.00 waktu setempat. Kapal itu hilang kontak setelah salah satu awak kapal melaporkan kebocoran kapal.
Sebelum hilang kapal itu terakhir berada di wilayah yang berjarak 1.700 mil laut (3.148 kilometer) dari lepas pantai Kepulauan Falkland berdasarkan data satelit Taiwan.
Taiwan telah meluncurkan operasi pencarian dengan bantuan Argentina dan Inggris.
"Kami masih belum tahu di mana kapal itu, dan apa yang terjadi dengan kapal itu," kata Huang Hong-yen, juru bicara Badan Perikanan Taiwan. Namun menurut dia tidak ada bukti bahwa kapal itu tenggelam. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Jadwal Siaran Langsung Aston Villa vs Indonesia All Stars
-
Remaja Blega Nekat Terjun dari Menara BTS Ketinggian 100 Meter
-
Sulut Juara Umum, IHR Kejurnas Seri I Indonesia Derby 2026 Sukses Sedot 24 Ribu Penonton
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Masa Transisi Aceh Berakhir, Kasatgas Tito Tekankan Penanganan Sesuai Kondisi
-
Surat untuk Jenaka: Antara Cinta, Mesin Waktu, Hukum, dan Misteri Tahun 1923
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengajukan Pinjaman Tunai
-
Deterjen Cair vs Bubuk, Mana yang Lebih Efektif untuk Membersihkan Pakaian?
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?