Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba di Indonesia mencapai empat juta orang.
"Dari empat juta orang itu diperkirakan sekitar 40 orang per hari dinyatakan meninggal dunia," ujar Boy Rafli Amar saat Deklarasi Antinarkoba di Kabupaten Lebak, Sabtu (4/4/2015).
Deklarasi itu ditandatangani Kapolda, Wakil Bupati Lebak, Ketua BNN Banten, MUI Lebak, Pelajar, Pers dan tokoh masyarakat.
Menurut dia, saat ini pasar gelap narkoba cukup banyak beredar sehingga perlu pencegahan secara komprehensif. Boy Rafli mengharapkan masyarakat dapat berperan aktif untuk mempersempit ruang gerak pasar gelap narkoba.
"Jika warga menemukan barang haram itu berada di lingkungannya maka segera melaporkan kepada petugas," kata Boy Rafli.
Berdasarkan data BNN Pusat pada tahun 2014 terungkap kasus narkoba sebanyak 18.788 kasus dengan tersangka 25.150 orang serta barang bukti tercatat 56,4 ton.
"Kami berharap masyarakat memberikan informasi pada petugas untuk mengungkap jaringan pelaku narkoba," katanya.
Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lebak KH Baijuri menyebutkan selama ini peredaran narkoba di Indonesia sudah masuk bencana. Peredaran Narkoba, kata dia, tidak hanya di perkotaan tetapi hingga ke pelosok desa.
"Kami minta masyarakat berperan aktif memerangi dan memberantas peredaran barang haram yang bisa merusak moral sosial ini," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Di Tengah Wacana Pelarangan oleh BNN, Pengguna Sebut Vape Pangkas Pengeluaran
-
BNN Usul Vape Dilarang, Legislator DPR: Harus Dikaji Matang, Banyak UMKM Terlibat
-
Heboh BNN Mau Larang Vape di Indonesia, Ini Curhatan Para Pengguna yang Kaget: Itu Ulah Oknum
-
Tolak Larangan Total Vape, Pengusaha Minta Pemerintah Fokus pada Pengawasan Ketat
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara