Seorang kader PKS menggendong anaknya saat mengikuti kampanye di Gelora Bung Karno Minggu (16/3). [Antara/Zabur Karuru]
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait keberadaan bir ataupun minuman beralkohol di Jakarta masih dipermasalahkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin, mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama harus mematuhi peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.
"Jadi kalau gubernur justru bilang bir baik untuk melancarkan kencing salah kaprah. Komentar gubernur ini perlu dikritik," ujar Nurdin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2015).
"Ini kan masalah regulasi, kalau ada ketentuan yang melarang ya buat dong tempat penjualan khusus," tambah dia.
Selamat menegaskan, partainya ingin agar penjualan minuman keras betul-betul ditata. Dia juga mengharapkan kepada gubernur DKI dapat menyikapi ketententuan yang akan diterapkan pemerintah pusat pada tanggal 16 April 2015 mendatang.
"PKS tidak melarang bir beredar, karena memang ada agama di Jakarta yang memperbolehkan. Misalkan ada yang jual babi, kan ada orang juga yang diperbolehkan makan babi, (harus) ada agerai-gerai tertentu jual babi," tegas Nurdin.
Selain itu dia juga menerangkan, terkait perkataan gubernur mengenai persoalan miras, tidak perlu dibesar-besarkan. Nurdin menilai perkataan Ahok ketika dimintai keterangan oleh para pekerja media prihal pelarangan penjualan miras gubernur salah menafsirkan.
"Yang salah ini soal pernyataan-pernyataan dia (Ahok). Jadi dia enggak berfikir konteks, mungkin karena sering diliput media jadi candu buat dia. Ada sesuatu yang baru harus heboh diliput media," terang Nurdin sambil tertawa.
Sebagi informasi, pada Senin (6/4/2015) lalu Ahok sempat bertanya-tanya soal keabsahan penjualan bir di DKI Jakarta.
"Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring atau minum spiritus campur air kelapa. Saya kasih tahu, kalau kamu susah kencing, disuruh minum bir," klaim Ahok.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta, Selamat Nurdin, mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama harus mematuhi peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.
"Jadi kalau gubernur justru bilang bir baik untuk melancarkan kencing salah kaprah. Komentar gubernur ini perlu dikritik," ujar Nurdin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2015).
"Ini kan masalah regulasi, kalau ada ketentuan yang melarang ya buat dong tempat penjualan khusus," tambah dia.
Selamat menegaskan, partainya ingin agar penjualan minuman keras betul-betul ditata. Dia juga mengharapkan kepada gubernur DKI dapat menyikapi ketententuan yang akan diterapkan pemerintah pusat pada tanggal 16 April 2015 mendatang.
"PKS tidak melarang bir beredar, karena memang ada agama di Jakarta yang memperbolehkan. Misalkan ada yang jual babi, kan ada orang juga yang diperbolehkan makan babi, (harus) ada agerai-gerai tertentu jual babi," tegas Nurdin.
Selain itu dia juga menerangkan, terkait perkataan gubernur mengenai persoalan miras, tidak perlu dibesar-besarkan. Nurdin menilai perkataan Ahok ketika dimintai keterangan oleh para pekerja media prihal pelarangan penjualan miras gubernur salah menafsirkan.
"Yang salah ini soal pernyataan-pernyataan dia (Ahok). Jadi dia enggak berfikir konteks, mungkin karena sering diliput media jadi candu buat dia. Ada sesuatu yang baru harus heboh diliput media," terang Nurdin sambil tertawa.
Sebagi informasi, pada Senin (6/4/2015) lalu Ahok sempat bertanya-tanya soal keabsahan penjualan bir di DKI Jakarta.
"Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring atau minum spiritus campur air kelapa. Saya kasih tahu, kalau kamu susah kencing, disuruh minum bir," klaim Ahok.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun