Ilustrasi korban meninggal. (Shutterstock)
Tambang pasir darat ilegal kawasan Batubesar, Nongsa, Batam, kembali memakan korban setelah dua bocah yang bermain tercebur pada kubangan besar menyerupai danau hingga satu di antaranya meninggal dunia.
"Ada dua anak yang tercebur. Satu di antaranya tidak tertolong," kata Kapolsek Nongsa Arthur Sitindaon di Batam, Sabtu (11/4).
Ia mengatakan anak yang meninggal atas nama Ali Asyari (6 tahun), sementara yang saat ini kritis dirawat di RS Budi Kemuliaan Batam adalah Ahmad Maulana (6).
"Setelah mendapat informasi, kami turun ke lapangan. Hingga saat ini kasusnya dalam penyelidikan oleh anggota kami," kata dia.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, awalnya korban meminta izin orang tuanya untuk bermain bersama rekannya sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun, hingga sekitar pukul 17.00 WIB dua anak tersebut belum kembali ke rumah dan dilakukan pencarian oleh orang tua masing-masing anak.
"Ali ditemukan meninggal dalam kolam bekas galian oleh orang tuanya sendiri sekitar pukul 17.30 WIB. Jenazahnya sudah dimakamkan pada Sabtu siang," kata Arthur.
Sementara itu, Ahmad yang masih bernafas langsung dibawa ke klinik terdekat selanjutnya dirujuk ke RS Budi Kemuliaan di Seraya Batam.
Kasus serupa sebelumnya juga sudah dua kali terjadi pada kawasan bekas tambang pasir ilegal yang berubah jadi danau luas dan cukup dalam tersebut.
"Menurut masyarakat, kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga sudah dua kali terjadi hal serupa," kata dia.
Arthur juga mengatakan, sekitar satu bulan lalu tambang kawasan Nongsa juga longsor dan mengakibatkan seorang penambang tertimbun hingga meninggal.
Sementara itu, Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam sebelumnya menyatakan membutuhkan anggaran besar untuk menimbun lokasi tambang yang sudah telanjur berubah menjadi danau.
"Kalau untuk menimbun kembali anggarannya sangat besar. Berdasarkan rapat Pemerintah Kota Batam dengan sejumlah pihak, disepakati lokasinya akan dijadikan tempat wisata air," kata Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam, Dendi Purnomo. (Antara)
"Ada dua anak yang tercebur. Satu di antaranya tidak tertolong," kata Kapolsek Nongsa Arthur Sitindaon di Batam, Sabtu (11/4).
Ia mengatakan anak yang meninggal atas nama Ali Asyari (6 tahun), sementara yang saat ini kritis dirawat di RS Budi Kemuliaan Batam adalah Ahmad Maulana (6).
"Setelah mendapat informasi, kami turun ke lapangan. Hingga saat ini kasusnya dalam penyelidikan oleh anggota kami," kata dia.
Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, awalnya korban meminta izin orang tuanya untuk bermain bersama rekannya sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun, hingga sekitar pukul 17.00 WIB dua anak tersebut belum kembali ke rumah dan dilakukan pencarian oleh orang tua masing-masing anak.
"Ali ditemukan meninggal dalam kolam bekas galian oleh orang tuanya sendiri sekitar pukul 17.30 WIB. Jenazahnya sudah dimakamkan pada Sabtu siang," kata Arthur.
Sementara itu, Ahmad yang masih bernafas langsung dibawa ke klinik terdekat selanjutnya dirujuk ke RS Budi Kemuliaan di Seraya Batam.
Kasus serupa sebelumnya juga sudah dua kali terjadi pada kawasan bekas tambang pasir ilegal yang berubah jadi danau luas dan cukup dalam tersebut.
"Menurut masyarakat, kejadian ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga sudah dua kali terjadi hal serupa," kata dia.
Arthur juga mengatakan, sekitar satu bulan lalu tambang kawasan Nongsa juga longsor dan mengakibatkan seorang penambang tertimbun hingga meninggal.
Sementara itu, Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam sebelumnya menyatakan membutuhkan anggaran besar untuk menimbun lokasi tambang yang sudah telanjur berubah menjadi danau.
"Kalau untuk menimbun kembali anggarannya sangat besar. Berdasarkan rapat Pemerintah Kota Batam dengan sejumlah pihak, disepakati lokasinya akan dijadikan tempat wisata air," kata Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Kota Batam, Dendi Purnomo. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Hati Bukan Sengketa: Strategi PN Batam Utus Mediator Perempuan Tekan Kasus Perceraian
-
Viral Raffi Ahmad Datangi Orozon di Batam, Siapa Pemilik Usahanya?
-
Trik Menabung Era Inflasi: Gaya Micro-Saving ala Anak Rantau Batam
-
Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI