Suara.com - Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius pada Rabu (22/4/2015) memanggil duta besar Indonesia untuk membahas perkara warga negara itu, yang menghadapi hukuman mati karena kejahatan narkotika, kata juru bicara pemerintah kepada AFP.
Pemanggilan itu terjadi sehari sesudah kasasi Serge Atlaoui, 51, ditolak Mahkamah Agung, yang membuatnya kian dekat dengan hukuman oleh regu tembak atas perannya di laboratorium gelap ekstasi di dekat Jakarta.
Ayah empat anak itu dipenjara satu dasawarsa dan selalu membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa ia memasang mesin industri dalam --yang dia pikir-- pabrik akrilik.
Keluarganya dalam beberapa hari belakangan mengeluarkan seruan berapi-api, meminta Presiden Prancis Francois Hollande dan Eropa Bersatu menyelamatkannya.
Atlaoui adalah salah satu dari beberapa narapidana narkotika asing dengan hukuman mati di Indonesia, yang baru saja permohonan grasinya ditolak presiden. Hukuman mereka diperkirakan dilakukan sesudah upaya hukum akhir selesai.
Duta besar Prancis untuk Indonesia pada pekan lalu memperingatkan bahwa menghukum mati Atlaoui akan "berdampak" pada hubungan Paris dengan Jakarta.
Hukum narkotika di Indonesia adalah salah satu yang terkeras di dunia.
Presiden Joko Widodo merupakan pendukung lantang hukuman mati bagi pengedar narkotika, dengan menyatakan negaranya menghadapi darurat narkotika. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis
-
Rakyat Rugi Besar! Ini Bahaya Pilkada jika Dikembalikan ke DPRD Menurut Netgrit