Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak kaget diberi nilai merah oleh DPRD DKI Jakarta terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur DKI Tahun Anggaran 2014.
"Nggak heran biasa saja (dapat nilai negatif dari DPRD). Wong kepala sekolahnya gak suka sama murid, gak nurut yah gitu deh. Aku, kan murid yang gak nurut jadi yah begitu deh. Kalau nurut mah biru. Jadi yah gak heran," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Ketika ditanya sebaliknya, apa penilaian Ahok terhadap kinerja DPRD? Ahok tidak mau berkomentar banyak.
"Aku gak berhak menilai kinerja DPRD-lah karena juga sekolah terbagus di DKI-lah," kata Ahok sambil tertawa.
Seperti apa penilaian DPRD terhadap Ahok? Berikut sepuluh sorotan dewan terhadap kinerja Gubernur.
Pertama, pendapatan hanya tercapai 66,80 persen dari rencana sebesar Rp65 triliun lebih.
kedua, belanja hanya terealisasi 59,32 persen adalah belanja terendah Ibu Kota Negara dan jika terealisasi 100 persen maka akan terdapat defisit anggaran sebesar Rp20 triliun.
Ketiga, di sektor pembiayaan realisasi Penyertaan Modal Pemerintah hanya 43,62 persen yang terdiri dari kegagalan realisasi PMP pada PT KBN, PT PAM Jaya dan PT Food Station.
Keempat, kenaikan NJOP yang semena-mena tanpa perhitungan yang matang sangat memberatkan beban rakyat, maka agar dikembalikan seperti tahun 2013.
Kelima, kenaikan angka kemiskinan dari 371 ribu pada tahun 2013, meningkat menjadi 412 ribu pada tahun 2014, menunjukkan kegagalan Pemda Jakarta dalam menyejahterakan masyarakat.
Keenam, pemberian izin reklamasi pantai oleh Gubernur DKI adalah melanggar UU No 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Pantai, PP No 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi Pantai, sehingga izin yang sudah keluar harus dicabut.
Ketujuh, Gubernur DKI belum mampu mempertahankan aset-aset Pemda DKI yang berperkara di pengadilan.
Kedelapan, penerimaan CSR selama ini tidak dikelola dengan transparan, DPRD meminta untuk dilakukan audit.
Kesembilan, Gubernur melanggar perundang-undangan khususnya UU No 29 Tahun 2007 Pasal 22 tentang Organisasi Perangkat Daerah berkenaan dengan penghapusan jabatan wakil lurah.
Kesepuluh, DPRD menilai kinerja Pemda dan aparatnya pada tahun 2014 buruk.
Berita Terkait
-
Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Ahok Tak Terima Disalahkan DPRD
-
Banyak Catatan Merah DPRD untuk LKPj Gubernur, Ahok Santai
-
Ini 10 Penilaian dan 5 Rekomendasi DPRD Terkait LKPj Gubernur DKI
-
Ahok Minta Kos Perempuan yang Sering Didatangi Lelaki Diawasi
-
Ahok Akan Limpahkan Kunjungan ke Beberapa Negara pada Djarot
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang
-
Jabodetabek Berpotensi Dilanda Hujan Petir dan Angin Kencang di Malam Takbiran
-
Drama Mudik di Senen: Ditipu Tiket Rp540 Ribu, Pasutri Beruntung Diselamatkan Aksi Cepat Polisi
-
Iran Serang Yerusalem Barat, Haifa, dan Pangkalan AS di UEA dalam Fase Lanjutan Operasi Militer
-
Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan
-
Sabu Rp25,9 Miliar Disembunyikan di Ban Towing, Jaringan Narkoba MedanJakarta Dibekuk Saat Mudik
-
Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut
-
Bamsoet: Negara Bukan Dalang Teror Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
H-1 Lebaran, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup
-
Korlantas Hentikan One Way Nasional Mudik Lebaran 2026, Lalu Lintas Kembali Normal