Suara.com - Presiden Joko Widodo melarang tamu undangan yang datang ke pernikahan putranya, Gibran Rakabuming memberikan amplop berisi uang. Ini imbauan langsung dari keluarga Jokowi.
Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menjelaskan imbauan itu disampaikan kepada tamu secara tertulis dalam undangan yang dikirim. Hal itu dikatakan Pratikno usai acara 'Jambore Reformasi Birokrasi bertajuk: Pesan Daerah dan Masyarakat Sipil untuk Keberlanjutan Reformasi Birokrasi Nasional' di Hotel Milenium Jakarta, Jumat (5/6/201).
"Itu sudah ada di undangan. Di sana dijelaskan tidak terima amplop," kata Pratikno.
Seperti diketahui, Joko Widodo akan menikahkan anaknya Gibran Rakabuming dengan Putri Solo 2009 Selvi Ananda Juni mendatang. Resepsi pernikahan anak Jokowi itu dibiayai dengan dana pribadi.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menuturkan, konstum panitia resepsi pernikahan itu juga dibiayai dana pribadi Jokowi. Termasuk seragam baju lurik yang akan dikenakan tukang becak saat mengantar tamu dari tempat parkir menuju Gedung Graha Saba Buana.
"Pak Jokowi selain menyiapkan seragam abang becak juga menyiapkan tiga unit toilet umum. Toilet umum ini akan ditempatkan di sekitar gedung pernikahan. Sementara mengenai seragam abang becak akan dibagikan pada H-1," katanya beberapa waktu lalu.
Rudy mengatakan, ribuan relawan Jokowi bakal menghadiri prosesi pernikahan orang nomor satu tersebut, tepatnya pada malam "Midodareni" yang digelar pada Rabu (10/6/2015) malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027