Suara.com - Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menilai kesaksian AW, tersangka pembunuh Sekretaris Direktur XL Hayriantira alias Rian, berubah-ubah.
"Saya tegaskan di sini, sejak kasus pembunuhan terhadap Hayriantira diakui AW, keterangan dari tersangka selalu berubah-ubah. Setiap kita minta keterangan si AW, hari ini A, besok ditanyakan lagi jawabannya B," kata Krishna di kantor Polres Garut, Jawa Barat, Jumat (7/8/2015).
Menurut Krishna menambahkan tersangka hanya mau bicara saat terjepit. Hal tersebut, menurut Krishna, menjadi tantangan tersendiri bagi penyidik.
"Si AW ini hanya mau bicara saat terjepit saja. Ini yang menjadi kendala sekaligus tantangan untuk penyidik," tambahnya.
Penyidik, kata Krishna, akan terus mendalami kesaksian AW.
Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil saksi lain untuk mengungkap pembunuhan Rian.
"Kita juga akan panggil saksi lain, sejauh ini baru keluarga dan kerabat korban yang kita panggil. Nantinya kita juga akan panggil teman sekerja korban. Kita akan tanyakan salah satunya, apakah korban ini perokok. Pasalnya ada bekas lipstik dari puntung rokok yang kita jadikan barang bukti," kata Krishna.
Rian sebelumnya dilaporkan hilang pada April 2015 karena sejak November 2014 keluarga tak tahu kabarnya.
Dari hasil penelusuran polisi, kasus terungkap. Rian ternyata menjadi korban pembunuhan yang dilakukan teman dekat, AW, pada Kamis (30/10/2014) di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat.
Kasus ini terkuak setelah polisi menemukan mobil korban di rumah AW.
Hari ini, tersangka dibawa ke Hotel Cipaganti untuk melengkapi pemberkasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta