Suara.com - Warga Jakarta mengungkapkan kekecewaan lantaran tidak bisa masuk ke dalam area Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat di Hari Kemerdekaan RI yang ke-70, Senin (17/8/2015). Salah satunya adalah Bambang (39) Warga Kalideres, Jakarta Barat.
Bambang beserta 5 orang keluarganya sudah tiba di luar Monas sekitar pukul 7.30 WIB dengan menggunakan taksi. Namun, mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam area Monas, lantaran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beserta jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menggelar Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-70.
"Masak di hari HUT Kemerdekaan nggak boleh masuk. Kita ini bayar pajak juga buat benerin Monas," ujarnya kepada wartawan di depan pintu Masuk Monas, Senin (17/8/2015).
Bambang mengatakan, ia ingin mengajak keluarganya berlibur sekaligus ingin melihat upacara di Hari Kemerdekaan.
Pantauan Suara.com, selain Bambang dan keluarga, ada puluhan warga lain yang juga ingin masuk ke tempat wisata di Ibu Kota namun tidak diperkenalkan masuk lantaran pada hari ini Monas tidak dibuka untuk umum. Sosialisasi atau pemberitahuan Monas tidak dibuka pada hari libur yang bertepatan dengan HUT RI pun tidak terlihat di area ini.
"Kecewa banget, yang bikin kebijakan aja nggak punya pikiran. Niatnya kesini mau liburan sekalian melihat Upaca peringatan ulang tahun Indonesia," kata Bambang.
"Emang sih setiap Senin Monas di tutup, tapi ini kan tanggal 17 Agustus, hari kemerdekan, pemberitahuan aja nggak ada," Bambang menambahkan.
Selain itu, salah seorang petugas dari Satpol PP yang tengah menjaga di pintu Masuk IRTI Monas mengatakan, hari ini memang tidak dibuka untuk umum.
"Iya hari ini nggak dibuka untuk umum," ujarnya.
Sebagai informasi, aturan Monas tutup setiap hari Senin sudah berlaku sejak September 2014 lalu.
Berita Terkait
-
Mencari Lorentz, Semeru, dan Monas: Ekspedisi Bola Epik dalam Novel Sebelas
-
Perayaan Hari Buruh di Monas bersama Presiden Prabowo
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
15 Tahun Jadi Buruh Pabrik Sandal, Maya Menangis di May Day: Sakit Bayar Sendiri, Tak Ada BPJS
-
Skema Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir May Day 2026 di Kawasan Monas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!
-
Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal
-
50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS
-
Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab
-
Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden