Suara.com - Kepolisian Cina menangkap seorang pengemudi Uber yang diduga merampok dan menganiaya seorang penumpang perempuan beberapa waktu lalu. Kasus ini memicu kekhawatiran soal keselamatan pengguna layanan transportasi berbasis online tersebut.
Peristiwa tersebut terjadi di Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina, beberapa pekan silam. Si penumpang, perempuan berusia 42 tahun, memanggil sebuah mobil Uber sekitar pukul 02.00 dini hari.
Di sebuah terowongan, si pengemudi tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan menodongkan pisau ke arah perempuan tersebut. Dari si perempuan, si pengemudi merampas uang tunai sebesar 5.000 Yuan atau sekitar Rp10,9 juta.
Ia lalu membawa si perempuan ke pinggiran kota dan menganiayanya. Setelah itu, ia memotret perempuan itu dan mengancam akan menyebarkan foto-fotonya jika si perempuan melapor ke polisi.
Perempuan itu baru melaporkan peristiwa yang menimpanya dua pekan setelah kejadian yaitu pada tanggal 9 Agustus. Tersangka ditangkap dua hari kemudian atas tuduhan perampokan dan penganiayaan terhadap perempuan tersebut.
Saat dikonfirmasi tentang hal ini, juru bicara Uber cabang Cina belum memberikan komentar.
Insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada bulan Juni, seorang pengemudi Uber ditahan setelah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan yang sedang mabuk.
Di India, Uber sudah dilarang beroperasi oleh pemerintah sejak bulan Desember tahun lalu. Pelarangan diberikan setelah ada seorang perempuan yang mengaku diperkosa oleh sopir Uber. Larangan tersebut sempat dianulir oleh sebuah pengadilan. Pengadilan tersebut menilai, pemerintah seharusnya bisa membuat regulasi operasi layanan transportasi semacam Uber, bukan melarangnya beroperasi. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan