News / Nasional
Rabu, 09 September 2015 | 12:38 WIB
Kabut asap di kota Pekanbaru, Senin (27/7). (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Jarak pandang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru membaik, yakni berangsur normal. Jaraknya mencapai 1.500 meter sampai dengan pukul 09.00 WIB.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan, membaiknya kondisi jarak pandang dikarenakan turunnya hujan deras. Barata mengatakan seluruh maskapai pada hari sebelumnya sudah mengajukan perubahan jadwal penerbangan pagi menjadi siang hari, sehingga belum ada aktivitas penerbangan untuk pagi ini.

"Menurut informasi dari Manager Operasi Bandara SSK II pagi tadi pukul 05.00 WIB terjadi hujan lebat, sehingga mereduksi intensitas kabut asap di bandara SSK," ucapnya.

Pada 8 September 2015 di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru terjadi keterlambatan karena jangkauan pandangan 500 meter. Penerbangan di antaranya, Lion Air LNI 393, Garuda Indonesia GIA 171, Garuda Indobesia GIA 170/173, Lion Air LNI 388/389, Sriwijaya Air AWQ7581/7582.

Sementara itu, bandara yang masih terdampak terparah, yakni Banjamasin (50 meter), Palangkaraya, Muara Teweh dan Pangkalan Bun yang masih 100 meter. Selanjutnya, Jambi (1.000 meter), Sampit (500 meter), Putusibau (1.500 meter), Sintang (1.500 meter), Samarinda (1.500), Muara Teweh (100 meter), Ketapang (500 meter), Malinau (3.000 meter) dan Long Apun (500 meter). (Antara)

Load More